JAKARTA – Donat telah lama menjadi camilan favorit, namun di tengah dinamika kuliner Jakarta, kudapan manis ini telah naik kelas menjadi sebuah fenomena. Bukan lagi sekadar makanan ringan, donat kini menjelma menjadi simbol kreativitas, “self-reward,” dan gaya hidup yang wajib diabadikan di media sosial.
Di balik setiap gigitan, tersimpan inovasi yang tak terduga, mengubah donat menjadi kanvas rasa dan tekstur yang tak ada habisnya. Di Jakarta, donat bukan lagi sekadar camilan, melainkan representasi dari sebuah generasi yang menghargai kreativitas, keunikan, dan pengalaman yang bisa dibagikan.
Transformasi ini dipelopori oleh para pengrajin donat yang berani keluar dari pakem. Ambil contoh Dough Darlings, sebuah brand lokal yang berhasil menembus pasar internasional hingga ke Doha, Qatar.
Mereka bukan hanya menawarkan donat, melainkan sebuah filosofi produk handmade dari bahan premium dengan lebih dari 150 pilihan rasa. Dari varian lokal seperti Klepon Donut hingga kreasi internasional seperti Pistachio Kunafa, Dough Darlings membuktikan bahwa kekayaan cita rasa bisa dikemas dalam format modern yang elegan.
Donat tak lagi harus manis. Sensasi gurih kini ikut meramaikan tren, dipimpin oleh Butter Baby dengan menu nyentriknya, Opor Ayam Crunch. Dengan konsep unik yang mengisahkan alien imut dari planet Butterlandia, gerai ini menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda dan sangat instagrammable, didukung oleh desain interior karya Harry Nuriev.
Inovasi serupa juga hadir di Donut of Curiosity di ASHTA District 8. Dengan adonan istimewa hasil riset 1,5 tahun dan interior ala galeri seni modern, mereka menyuguhkan kombinasi rasa berani seperti Maple & Beef atau Brulee & Yogurt yang menantang donat konvensional.

