JAKARTA – Mesir pada Selasa (19/8) mengirim konvoi kemanusiaan ke-18 ke Gaza melalui perlintasan Kerem Shalom, sebagai bagian dari upayanya untuk menyalurkan bantuan kepada warga Palestina yang menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin parah.
Konvoi yang berangkat dari perlintasan Rafah sisi Mesir pada dini hari tersebut terdiri dari puluhan truk yang mengangkut paket makanan. Konvoi dilakukan oleh Zad al-Izza (Pasokan Kehormatan) : Dari Mesir ke Gaza yang diluncurkan pada 27 Juli lalu oleh Bulan Sabit Merah Mesir (Egyptian Red Crescent).
“(Kami) mengorganisir lebih dari 1.450 truk yang mengangkut ribuan ton pasokan, dengan bantuan sekitar 35.000 sukarelawan,” kata kelompok tersebut, dikutip Holopis.com, Rabu (20/8).
Mereka juga menyebutkan bahwa sejauh ini, hampir 36.000 truk yang mengangkut sekitar 500.000 ton bantuan telah memasuki Gaza.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Mesir Badr Abdelatty pada Senin (18/8) mengunjungi perlintasan Rafah bersama Perdana Menteri (PM) Palestina Mohammad Mustafa, dan menyoroti peran Kairo dalam operasi bantuan kemanusiaan.
Abdelatty mengatakan bahwa Mesir telah menyalurkan lebih dari 70 persen total bantuan kemanusiaan yang dialokasikan untuk Jalur Gaza. Sekaligus mendesak gencatan senjata dan akses aman tanpa syarat bagi pengiriman bantuan. Ia kemudian menekankan berapa sebenarnya bantuan yang benar-benar dibutuhkan oleh Gaza.
“Gaza membutuhkan 700 hingga 900 truk per hari, sementara lebih dari 5.000 truk masih menunggu di sisi Mesir,” lanjutnya.
Perlu diketahui, perang yang masih berlangsung ini pecah ketika pasukan Hamas melancarkan serangan ke wilayah selatan Israel pada 7 Oktober 2023, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 250 orang disandera, menurut data Israel.
Otoritas kesehatan di Gaza menyatakan bahwa serangan balasan Israel telah menewaskan lebih dari 62.000 warga Palestina dan memicu kondisi kelaparan yang telah merenggut puluhan nyawa.

