MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Islam Bukan Ajaran Baru, Tapi Kelanjutan Taurat dan Injil

0 Shares

JAKARTA – Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Wilayah Provinsi Lampung menggelar road show “Indonesia Damai” dengan tema Membangun Kehidupan Toleransi Menuju Indonesia Emas 2045, yang bertujuan membangun kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat, serta mempererat hubungan antar umat beragama.

Kegiatan Dialog Indonesia Damai tersebut dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus 2025 di Sekretariat Asosiasi pendeta Indonesia Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.

- Advertisement -

Road Show dimulai dari Kabupaten Tulang Bawang dan dilanjutkan di 15 kabupaten kota se Provinsi Lampung, dengan menggandeng narasumber Ken Setiawan, mantan aktivis Negara Islam Indonesia (NII) yang telah bertaubat dan kini mendirikan NII Crisis Center, sebuah lembaga rehabilitasi bagi korban NII di seluruh Indonesia.

Ken menjelaskan sejarah Islam dengan rinci sesuai data dan fakta, sehingga dapat diterima oleh para peserta seminar.

- Advertisement -

“Islam datang bukanlah agama baru, melainkan rekonstruksi dari ajaran Taurat dan Injil,” kata Ken dalam keterangannya.

Kemudian, ia juga menjelaskan bahwa umat Islam yang mengerti sejarah pasti mengerti bahwa Islam adalah kelanjutan dari agama yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya, termasuk Nabi Ibrahim, Musa, dan Isa atau Yesus.

Bahkan Nabi Muhammad sukses menjadi pemimpin Mekah dan Madinah juga berkat didikan dan pengkaderan dari tokoh Kristen, termasuk dari Istrinya Khadidhah dari keluarga Kristen dan sepupunya yaitu Pendeta Waraqah Bin Naufal serta Pendeta Bukhaira.

“Sejak Muhammad berusia 12 tahun, Pendeta Bukhaira sudah melihat kecerdasan dan keberanian, bahkan ketika ditanya oleh Bukhaira dengan pertanyaan sulit, tapi nabi Muhammad menjawab semua pertanyaan dengan jelas dan gamblang,” jelasnya.

Lantas Ken melanjutkan, bahwa pendeta Bukhaira lalu bertanya kepada Abu Thalib yang notabane adalah paman Nabi Muhammad, anak siapa ini, lalu dijawab bahwa dia adalah anak saudaraku, lalu disampaikan agar Abu Thalib selalu menjaganya, sebab Bukhaira sangat yakin jika dididik dan dikader dengan tepat, maka dia akan menjadi pempimpin.

“Jadi proses wahyu dan kenabian Muhammad bukan ujug-ujug dari langit, tapi melalui proses pendidikan dan pengkaderan yang dilakukan oleh orang-orang terdekat nabi seperti pamannya sendiri, Abu Thalib, istinya khadijah dan sepupunya pendeta Waraqah Bin Naufal serta Pendeta Bukhaira,” terang Ken.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru