Senin, 23 Feb 2026
BREAKING
Senin, 23 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

BMKG Catat 3.375 Gempa di Juli 2025, Terparah Terjadi di Poso

10 Shares

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data mengejutkan terkait aktivitas gempa bumi di Indonesia selama Juli 2025. Tercatat sebanyak 3.375 gempa terjadi di berbagai wilayah, dengan 22 di antaranya memiliki kekuatan lebih dari magnitudo (M) 5.

“Jumlah gempa M≥5 sebanyak 22 gempa. Sementara gempa M<5 tercatat 3.353 kejadian,” kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, kepada wartawan, Sabtu (9/8/2025).

- Advertisement -

Daryono menjelaskan, dari ribuan gempa tersebut, sebanyak 92 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat. Bahkan, dua gempa di antaranya masuk kategori merusak.

“Jumlah gempa merusak pada Juli sebanyak 2 kali, yaitu Gempa Poso M 5,3 pada 14 Juli 2025 dan Gempa Poso M 6 pada 24 Juli 2025,” jelasnya.

- Advertisement -

Gempa M 6 Poso Sebabkan Ratusan Rumah Rusak

Gempa berkekuatan M 6,0 yang mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada 24 Juli lalu menimbulkan kerusakan parah. Berdasarkan data BPBD Sulteng, gempa ini mengakibatkan 106 rumah rusak dan memaksa 2.011 warga mengungsi.

Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus, menyebut dampak gempa dirasakan di empat desa: Tokilo, Tindoli, Tolambo, dan Pendolo. Kerusakan terparah terjadi di Desa Tokilo dan Desa Tindoli di Kecamatan Pamona Tenggara.

“Di Desa Tokilo terdapat 4 rumah rusak berat dan 21 rumah rusak ringan. Sebanyak 596 jiwa mengungsi dari desa ini,” ungkap Akris.

Sementara di Desa Tindoli, terdapat 10 rumah rusak berat, 70 rusak ringan, serta satu gereja dan satu sekolah TK yang terdampak. Sebanyak 887 jiwa terpaksa mengungsi dari desa tersebut.

Di Desa Tolambo, dua warga mengalami luka ringan, selain dua warga luka dari Desa Tindoli. Data kerusakan di Tolambo masih dalam proses pendataan.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat Indonesia berada di wilayah cincin api atau ring of fire yang rawan gempa. Pihaknya juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan, terutama di daerah rawan bencana.

Dengan tingginya aktivitas gempa pada Juli 2025, para ahli menekankan perlunya sistem peringatan dini dan mitigasi bencana yang lebih kuat untuk meminimalkan korban jiwa dan kerugian material di masa mendatang.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
10 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru