JAKARTA – Dunia memang sedang berduka setelah bintang heavy metal Black Sabbath, Ozzy Osbourne meninggal dunia di usianya yang ke 76 tahun. Terlebih sebelum wafat, Ozzy sempat dikabarkan mengidap penyakit parkinson sejak tahun 2019 lalu.
Diketahui Sobat, bahwa penyakit Parkinson adalah gangguan neurodegeneratif yang menyerang sistem saraf pusat, terutama bagian otak yang mengatur pergerakan tubuh. Penyakit ini berkembang secara bertahap dan ditandai oleh gejala seperti tremor (gemetar) yang tidak terkendali, kekakuan otot, gerakan melambat (bradikinesia), serta gangguan keseimbangan dan koordinasi.
Umumnya, Parkinson menyerang orang berusia di atas 60 tahun, tetapi dapat muncul lebih awal pada sebagian kecil kasus. Di Indonesia, kesadaran tentang penyakit ini masih terbatas, sehingga penting untuk memberikan edukasi tentang pencegahan dan upaya menjaga kesehatan otak sejak dini.
Penyebab dan Faktor Risiko Parkinson
Penyakit Parkinson terjadi akibat kerusakan atau kematian sel-sel saraf (neuron) di bagian otak yang disebut substantia nigra, yang berfungsi menghasilkan dopamin—zat kimia penting dalam mengontrol pergerakan tubuh. Ketika produksi dopamin menurun, tubuh mulai mengalami gangguan dalam mengatur gerakan.
Faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena Parkinson meliputi usia lanjut, riwayat keluarga dengan Parkinson, paparan zat kimia beracun (seperti pestisida), cedera kepala berat, serta gaya hidup yang tidak sehat.
Hingga sampai dengan saat ini, belum ada cara pasti untuk sepenuhnya mencegah Parkinson. Namun, banyak penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pola hidup sehat dapat menurunkan risiko berkembangnya penyakit ini. Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan sehat, kita tidak hanya menjaga fungsi otak tetap optimal, tetapi juga memperlambat proses degeneratif yang menjadi pemicu penyakit Parkinson.
Aktivitas Fisik yang Mencegah Parkinson
Olahraga terbukti mampu menjaga kesehatan otak dan mencegah gangguan neurodegeneratif. Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, yoga, atau tai chi dapat meningkatkan sirkulasi darah ke otak, menjaga fleksibilitas otot, dan menstimulasi produksi zat kimia otak seperti dopamin dan serotonin.
Penelitian dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa orang yang rutin berolahraga sejak usia muda hingga paruh baya memiliki risiko Parkinson yang jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak aktif.
Selain itu, latihan yang melibatkan koordinasi, keseimbangan, dan ketangkasan (seperti menari atau senam otak) membantu otak tetap terlatih dalam memproses gerakan kompleks, yang sangat berguna untuk mempertahankan fungsi motorik.
Nutrisi yang Mendukung Kesehatan Otak dan Mencegah Parkinson
Makanan berperan penting dalam menjaga fungsi otak. Diet kaya antioksidan dan antiinflamasi diyakini dapat melindungi sel saraf dari kerusakan. Beberapa makanan yang direkomendasikan untuk mencegah Parkinson antara lain ; sayuran hijau seperti bayam dan brokoli yang kaya vitamin K, folat, dan antioksidan.
Kemudian buah beri seperti blueberry dan stroberi yang mengandung flavonoid, senyawa pelindung otak. Lalu ada ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan tuna yang mengandung omega-3 untuk menjaga elastisitas sel saraf.

