JAKARTA – Influencer kesehatan, dr Tirta Mandhira Hudhi sangat setuju dengan konsep Bryan Johnson tentang tidur sebagai investasi jangka panjang. Bahkan tidur merupakan kunci kekayaan dalam konteks Blueprint dan gaya hidupnya.
“Jadi dia (Bryan Jhonson) bilang yang pertama itu tidur, betul. Tidur itu adalah saat si organ itu recovery,” kata dr Tirta saat podcast dengan Timothy Ronald seperti dikutip Holopis.com, Rabu (16/7/2025).
Ia ingin selalu memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk selalu tidur tepat waktu dan tidur dalam durasi yang cukup. Selain itu, tidur malam adalah sesuatu yang sangat penting dan jangan diabaikan.
Alih-alih mengedukasi, dr Tirta memperingatkan bahwa kebiasaan tidak tidur saat malam justru bisa memperpendek umur seseorang. Karena sistem organ tubuh akan mengalami kerusakan yang lebih cepat.
“Makanya kan aku selalu bilang, orang yang shift malam itu udah satu langkah di belakang orang lain. Kerja di waktu malam itu kita udah satu langkah di belakang orang yang bisa tidur saat malam,” tuturnya.
“Karena ketika malam, recovery organ kita itu maksimal. Jadi ibaratnya kalau recharge itu dia maksimal,” sambungnya.
Ia tak mempermasalahkan seseorang yang mengubah jam tidur dari malam ke siang, karena hal itu biasa dilakukan di kalangan masyarakat Indonesia yang memiliki sistem kerja lembur atau shift malam. Hanya saja ketika dilakukan rutin dan dalam kurun waktu yang lama, justru akan sangat kurang baik bagi kesehatan.
“Recovery saat siang itu bener tapi nggak semaksimal malam,” tegasnya.
Masih dalam perspektif Bryan Jhonson, mengonsumsi makanan yang dibutuhkan tubuh pun menjadi salah satu investasi jangka panjang. Ia pun sangat setuju dalam aspek ini. Sebab, pada dasarnya makan jangan sampai mengikuti ego pribadi, akan tetapi memastikan bahwa makanan yang jadi asupan harus yang benar-benar dibutuhkan oleh tubuh.
“Makan yang dibutuhkan tubuh. Itu yang dikoar-koarkan orang,” tukasnya.
Salah satu makanan yang sangat dikritisi dr Tirta adalah makanan yang mengandung kadar gula dan garam berlebih. Hal ini ingin selalu ia suarakan mengingat salah satu kegemaran orang Indonesia adalah makanan yang memiliki rasa. Padahal, makanan yang mengandung rasa baik manis dan asin secara berlebih bisa memperburuk kondisi organ tubuh.
“(Gula) itu memperpendek umur. Karena kita tuh sudah makan gula dari nasi terus kau tambahin minuman manis,” tutur Tirta.

