JAKARTA – Rusia secara resmi mengakui pemerintahan sementara Afghanistan, ungkap Kementerian Luar Negeri Afghanistan dalam pernyataannya pada Kamis (3/7) malam. Pengakuan itu dinilai bisa memberikan dorongan bagi kerja sama bilateral.
“Kami percaya bahwa tindakan pengakuan resmi terhadap pemerintah Emirat Islam Afghanistan akan memberikan dorongan bagi pengembangan kerja sama bilateral yang produktif antara negara,” demikian disampaikan luar negeri Rusia dikutip Holopis.com, Jum’at (4/7).
Kantor berita Rusia, RIA Novosti, juga mengutip pernyataan Utusan Khusus Kepresidenan Rusia untuk Afghanistan Zamir Kabulov yang mengatakan bahwa Rusia secara resmi mengakui pemerintahan Taliban di Afghanistan.
Rusia saat ini menjadi negara pertama yang mengakui pemerintahan Taliban di negara Afghanistan.
Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Afghanistan, Duta Besar Rusia untuk Afghanistan Dmitry Zhirnov bertemu dengan penjabat menteri luar negeri Emirat Islam Afghanistan Mawlawi Amir Khan Muttaqi untuk secara resmi menyampaikan keputusan Moskow terkait pengakuan Emirat Islam sebagai pemerintah resmi Afghanistan.
Zhirnov menyebut langkah itu sebagai momen bersejarah untuk memperdalam hubungan dan memperkuat kerja sama antara kedua negara, urai pernyataan itu.
Menyambut baik keputusan tersebut, Muttaqi menggambarkan hal itu sebagai fase baru dalam hubungan yang positif, saling menghormati, dan keterlibatan yang konstruktif.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Andrey Rudenko menerima salinan Surat Kepercayaan (Letters of Credence) dari duta besar Afghanistan untuk Rusia yang baru ditunjuk, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia pada Kamis tersebut.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan keputusan untuk meningkatkan perwakilan Afghanistan ke tingkat duta besar pada April lalu.

