KARAWANG — Kepolisian Resor Karawang berhasil mengungkap jaringan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaran Lodaya 2025 yang digelar serentak di wilayah hukum Polda Jawa Barat. Operasi tersebut berlangsung sejak 23 Juni hingga 2 Juli 2025.
Dalam konferensi pers yang digelar Kamis (3/7), Wakapolres Karawang Kompol Rizky Adi menyampaikan bahwa pihaknya berhasil mengamankan empat orang tersangka dari sejumlah lokasi berbeda di wilayah Karawang.
Keempat pelaku berinisial RH, RD, DS, dan BD, merupakan warga Karawang dan Kuningan, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas dan petani.
“Para pelaku menggunakan modus lama, yaitu membobol sepeda motor yang sedang terparkir dengan menggunakan kunci letter T,” ujar Kompol Rizky di hadapan awak media, seperti dikutip Holopis.com.
Polisi mencatat tiga lokasi sebagai tempat kejadian perkara (TKP), yakni di Jalan Pawarengan No. 10, Dawuan Timur, Cikampek; depan minimarket di Dusun Peundey, Desa Karyamukti, Kecamatan Lemahabang; serta di Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar.
Dari hasil penggeledahan, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang menguatkan keterlibatan para tersangka.
Barang bukti tersebut meliputi tiga unit sepeda motor hasil curian, yaitu Yamaha MX, Honda Beat ESP warna pink, dan Honda Beat Street warna hitam tanpa pelat nomor.
Selain itu, turut disita satu set kunci letter T dengan lima mata kunci, satu buah kunci astag, dua unit handphone, satu jaket hitam, serta satu KTP atas nama Dede Saputra.
“Seluruh barang bukti ini mengarah kuat pada keterlibatan keempat tersangka dalam aksi curanmor yang marak terjadi di Karawang,” jelas Kompol Rizky.
Saat ini, para pelaku telah ditahan di Mapolres Karawang dan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 1946, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
Kompol Rizky juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah saat memarkir kendaraan, serta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“Kami akan terus meningkatkan patroli dan operasi serupa untuk menekan angka kejahatan jalanan. Karawang harus tetap aman dan tertib,” tegasnya.

