JAKARTA – Belum lama mengaku sudah mematuhi perjanjian genjatan senjata dengan Iran, Israel diketahui kembali menyerang Iran dengan menyerang instalasi radari di dekat Teheran, sebuah tindakan yang langsung membuat Presiden Amerika Serikat menghubungi mereka.
Setelah dihubungi Donald Trump, pasukan Israel diketahui langsung menunda serangan mereka.
“Saya tidak suka Israel melepaskan senjata setelah gencatan senjata,” kata Trump kepada awak media, dikutip Holopis.com, Selasa (24/6/2025).
Trump dikabarkan merasa kesal karena Israel langsung melanggar perjanjian setelah gencatan senjata baru saja didapatkan. Di sisi lain, Israel membela diri dengan mengatakan bahwa Iran meluncurkan satu rudal hanya enam menit setelah gencatan senjata.
Mereka mengatakan rudal-rudal tersebutberhasil dicegat dan jatuh diarea yang terbuka, sehingga tidak meninggalkan korban atau kerusakan properti.
Trump Sempat Klaim dan Bersemangat Iran-Israel Janji Gencatan Senjata
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mengklaim bahwa gencatan senjata lengkap dan benar-benar total akan dilakukan oleh Israel dan Iran demi mengakhiri konflik kedua negara yang saat ini sedang memanas. Namun, kondisi itu ternyata dibeberkan Donald Trump hanya akan berlangsung selama 12 jam.
“Telah sepenuhnya disepakati oleh dan antara Israel dan Iran, bahwa aka nada gencatan senjata yang lengkap dan total, selama 12 jam,” kata Donald Trump.
Trump kemudian mengatakan bahwa perang akan dianggap berakhir selama waktu itu, tanpa mengetahui nasib kedua negara sesudah waktu yang ditentukan.
Saat ini, kantor Perdana Menteri Israel belum memberikan pernyataan terkait kejadian terbaru di mana mereka dikatakan melakukan serangan ke Iran pasca dilakuakan gencatan senjata.

