JAKARTA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis (19/6), menyampaikan bahwa Israel telah menghancurkan lebih dari separuh peluncur rudal milik Iran dan mampu melumpuhkan semua fasilitas nuklir Iran.
Dalam sesi wawancara dengan lembaga penyiaran Israel, Israeli Public Broadcasting Corporation, Netanyahu mengatakan bahwa seiring perang memasuki hari ketujuh, pasukan Israel lebih cepat dari jadwal dalam hal serangan terhadap situs nuklir dan rudal Iran, kendati dirinya tidak menyebutkan kapan serangan Israel akan diakhiri.
“Perubahan atau kejatuhan kepemimpinan Iran bukanlah tujuan dari serangan Israel, tetapi bisa saja menjadi hasil dari serangan tersebut,” kata Benjamin Netanyahu, dikutip Holopis.com, Jum’at (20/6).
Pada Kamis, Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces) mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah meluncurkan kampanye udara yang meluas di seluruh Iran, termasuk serangan yang menyasar reaktor nuklir Arak yang tidak aktif di Iran barat.
Pada hari yang sama, rudal-rudal yang ditembakkan dari Iran menghantam sebuah rumah sakit dan sejumlah bangunan tempat tinggal di Israel, melukai lebih dari 30 orang, menurut otoritas kesehatan Israel dan media setempat.
Kendati demikian, kantor berita resmi Iran, IRNA, menguraikan bahwa Iran menyasar sejumlah fasilitas intelijen militer Israel dalam serangannya di bagian selatan Israel pada Kamis pagi waktu setempat, bukan rumah sakit seperti yang dilaporkan oleh beberapa outlet media.
Aksi saling serang terbaru ini menandai eskalasi tajam dalam konflik yang meletus usai Israel meluncurkan serangan udara ke Iran pada 13 Juni lalu.

