Jumat, 20 Feb 2026
BREAKING
Jumat, 20 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Film ‘Jodoh 3 Bujang’ Angkat Isu Sosial Lewat Komedi Romantis, Wajib Tonton!

0 Shares

JAKARTA – Menikah menjadi salah satu momen sakral bagi setiap pasangan yang menjalin komitmen serius dalam menjalani hubungannya. Namun tentu tidak seperti yang terlihat, kerap kali ada tuntutan adat dan tradisi serta memenuhi ekspektasi keluarga besar membuat pernikahan tidak seperti yang diucapkan.

Salah satu yang menjadi kendala ialah di mana ada dua keluarga yang disatukan, ada syarat yang harus dipenuhi dan tak jarang memakan nominal yang fantastis.

- Advertisement -

Di Makassar, Sulawesi Selatan, demi menyiasati fantastisnya biaya pernikahan, orang tua mempelai calon pengantin kerap melakukan nikah kembar. Pernikahan ini di mana menikah bersama calon pengantin yang lain dalam satu waktu demi menghemat biaya.

Lalu bagaimana jadinya jika kisah nikah kembar ini diangkat ke dalam sebuah film layar lebar.?

- Advertisement -

Jawabannya ada di film romantis terbaru persembahan Starvision dan Rhaya Flicks berjudul ‘Jodoh 3 Bujang’. Sebuah film karya sutradara asal Makassar, Arfan Sabran yang mengikuti kisah tiga orang bujang bersaudara dalam menghadapi dilema pernikahan kembar yang diminta oleh ayah mereka.

Film ‘Jodoh 3 Bujang’ menceritakan tiga bujang bersaudara yakni Fadly (Jourdy Pranata), Kiflly (Christoffer Nelwan) dan Ahmad (Rey Bong) yang diminta orang tuanya untuk menikah kembar karena keterbatasan biaya dalam memenuhi tradisi. Namun, calon Fadly tiba-tiba dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang lebih mapan. Hal ini membuat Fadly segera menemukan jodoh penggantinya di waktu singkat yang tersisa atau pernikahan kembar mereka terancam batal.

Penulis dan sutradara Film ‘Jodoh 3 Bujang’, Arfan Sabran mengatakan kisah ini diangkat dari kisah nyata yang ada di masyarakat Makassar dan sekitarnya dan sosok tiga bujang tersebut memang nyata. Awalnya kata dia, proyek ini bermula dari sebuah Pitching forum bernama Akatara pada 2019 silam.

“Di sana kami membawa proyek dokumenter, Kami merekam bagaimana bagaimana karakter tiga bujang yang juga namanya sama seperti di film, Fadly, Kifly dan Ahmad dalam kenyataannya. Kemudian dari Starvision menawarkan untuk membuatnya menjadi film bioskop. Di film ‘Jodoh 3 Bujang’ di credit title nanti juga ada sosok asli dari tiga bujang yang menginspirasi film ini,” ujar Arfan di Jakarta, Kamis (12/6).

Arfan menambahkan, film kini mencoba menuangkan sebuah tragedy ke dalam bentuk komedi. Uang panai yang menjadi salah satu syarat dalam pernikahan di adat dan tradisi Bugis – makassar, kini telah mengalami pergeseran.

‘Di era flexing ini, uang panai kini bergeser maknanya. Nikah kembar menjadi solusi tekanan ekonomi yang ada di Makassar. Semoga hasilnya bisa memuaskan semua penonton dan menjadi kekayaan film nasional,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Chand Parwez Servia selaku produser film ‘Jodoh 3 Bujang’ menyebut, film ini merupakan salah satu ide yang telah mengusik hatinya sejak 2019 silam. Ia mengklaim film ini akan menjadi daya tarik sendiri yang menghadirkan paket lengkap tidak hanya dari sisi cerita tetapi juga budaya yang masih ada di belahan Indonesia.

“Bukan hanya karena niah kembarnya yang menarik tetapi juga muatan esensial yang perlu dibawa ke sinema Indonesia, bagaimana perjodohan dipertaruhkan sebagai nama baik keluarga dan mempertanyakan esensi jodoh pilihan sekali seumur hidup,” kata dia.

Film ‘Jodoh 3 Bujang’ dijadwalkan untuk tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 26 Juni 2025 mendatang.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru