JAKARTA – Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pada Selasa pagi (10/6), gunung tertinggi di Pulau Jawa itu erupsi dengan letusan spektakuler yang mencapai 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan bahwa kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal membumbung ke arah barat daya. Erupsi tersebut terekam jelas di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi selama 191 detik.
Data terbaru menunjukkan, sejak 1 Januari hingga 10 Juni pukul 07.00 WIB, Gunung Semeru telah mengalami 1.799 kali letusan! Ini menandakan bahwa aktivitas vulkanik gunung tersebut masih sangat tinggi dan berbahaya.
Menyikapi kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap menetapkan status Gunung Semeru pada level Waspada. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius delapan kilometer dari puncak.
Tak hanya itu, di luar radius tersebut, warga juga dilarang mendekati jarak 500 meter dari tepi sungai karena potensi awan panas dan lahar dingin bisa meluas hingga 13 kilometer.
PVMBG juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah karena berisiko terkena lontaran batu pijar.
Masyarakat diminta selalu waspada terhadap potensi bahaya seperti awan panas, guguran lava, dan lahar hujan, khususnya di sepanjang aliran sungai Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Termasuk pula aliran sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan yang bisa berpotensi membawa lahar hujan.
PVMBG mengingatkan agar seluruh warga dan pendaki mematuhi rekomendasi demi keselamatan bersama. Aktivitas Gunung Semeru diperkirakan masih akan terus berfluktuasi, sehingga pemantauan terus dilakukan secara intensif.

