MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Mahfud MD Harap Prabowo Tegas soal Isu Skandal Judol yang Libatkan Budi Arie Setiadi

0 Shares

JAKARTA – Mantan Menko Polhukam Mahfud MD meyakini betul bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah mendengar skandal judi online (judol) yang melibatkan salah satu menterinya di Kabinet Merah Putih, yakni Budi Arie Setiadi yang notabane adalah Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di Kabinet Indonesia Maju kepemimpinan Jokowi-Maruf.

Namun belum adanya sikap yang nyata dari Presiden Prabowo terhadap Budi Arie menurut Mahfud, ada sesuatu yang sedang dipersiapkan jika nantinya benar Budi Arie Setiadi diproses hukum dalam skandal yang menyeret sejumlah pegawai di lingkungan Kominfo.

- Advertisement -

“Kita tidak tahu itu ya, apakah Pak Prabowo membiarkan ini berjalan secara alamiah atau mempersiapkan dulu situasi kondisi lingkungannya agar ini berjalan, atau apa gitu. Mestinya kan Pak Prabowo tahu ini semua, bahwa ada keanehan-keanehan seperti itu dan itu sangat membahayakan,” kata Mahfud MD dalam podcast Terung Terang seperti dikutip Holopis.com, Rabu (4/6/2025).

Secara pribadi dan sebagai pakar hukum dan ilmu tata negara, Mahfud MD meyakini betul bahwa skandar bisnis judi online adalah bagian dari praktik korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Terlebih skandal bisnis judi online ini memiliki nominal yang fantastis.

- Advertisement -

Sementara terhadap Budi Arie Setiadi, Mahfud MD juga menaruh keyakinan kuat bahwa mantan koleganya di Kabinet Indonesia Maju tersebut terlibat secara langsung dalam skandal gelap ini.

“Saya ingin mengatakan korupsi, pencucian uang. Kalau uangnya begitu banyak dibagi sekian, gitu kan patut sangat diduga dengan keras, kalau ini lewatkan ya ndak masuk akal. Hukum apa ini, kok yang begiti dilewatkan tanpa kejelasan gitu,” ujarnya.

Lantas, Mahfud juga meyakini bahwa Polri memiliki kemampuan untuk membongkar skandal besar ini, dan membuktikan dugaan kuatnya atas keterlibatan Budi Arie Setiadi terhadap bisnis haram yang dilakukan oleh Adhi Kismanto CS tersebut. Sepanjang Polri tidak ditahan-tahan atau diintervensi untuk tidak melakukan tindakan penyelidikan dan penyidikan secara independen.

“Ya tentu kalau kalau ditanya ke Budi Arie, ndak, saya ndak tahu, biasa orang menjawab begitu, nanti kan ada teknik-teknik pendalaman,” tukas Mahfud MD.

“Dan sebenarnya saya sangat meyakini Polisi itu sangat ahli untuk mengetahui hal ini yang sebenarnya kalau dia dilepas. Sidik yang benar, cari apa pasti ketemu,” sambungnya.

Lebih-lebih kata Mahfud, dirinya memiliki pengalaman dengan Polri dalam upaya pengungkapan sebuah perkara hukum. Baginya, teknik pendalaman yang biasa dilakukan Polri sangat scientific.

“Saya tahu, pengalaman dengan Polisi itu cepat, logikanya jalan kalau hukum tuh, seperti apa, seperti matematis. Pak kalau ini begini, ini begini, cepat kok Polisi itu,” ujar Mahfud.

Hanya saja dalam konteks penanganan perkara yang tengah menyeret nama Budi Arie Setiadi dalam skandal bisnis judi online tersebut, Polri seperti tidak berani mengungkap sesuatu yang sebenarnya sudah mereka tahu berdasarkan hasil pemeriksaan dan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) terhadap para pihak yang kini sudah menjadi terdakwa di Pengadilan.

“Tetapi yang ini menjadi aneh, maka orang lalu berspekulasi siapa politisi di belakangnya, enggak apa-apa orang spekulasi begitu juga, boleh kan,” tandasnya.

Husnudzon Presiden Prabowo Pasti Bersikap

Lebih lanjut, Mahfud MD juga meyakini Presiden Prabowo sudah memiliki langkah-langkah tersendiri dalam menyikapi persoalan yang menyeret Budi Arie Setiadi tersebut. Hanya saja jika melihat karakteristik kepemimpinan Prabowo, ia yakin ini bagian dari langkah startegis saja.

“Iya boleh jadi (Prabowo bersikap karena tak mau terlalu gaduh -red),” tutur Mahfud.

Pun demikian dalam konteks kegaduhan publik semacam ini, terlebih dengan munculnya fakta-fakta persidangan yang diduga kuat bahwa Budi Arie Setiadi terlibat dalam bisnis judi online tersebut, sebaiknya Ketua Umum ProJo itu mengundurkan diri karena berkaitan dengan legitimidasi dan kepercayaan publik terhadap sosok pejabat negara itu.

“Kalau saya sih ya, kalau yang begitu nggak kuat menghadapi masyarakat, kan, mundur aja, kalau saya. Tapi orang kan beda-beda juga, ada yang takut mundur, ada yang memang mukanya tebal, ada yang macam-macam gitu,” paparnya.

Terakhir, Mahfud masih menaruh keyakinan besar bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah tahu soal ini, serta akan segera melakukan langkah-langkah konkret dalam hal menjadi integritasnya sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan.

“Seharusnya mestinya ini Presiden ya bersikap lebih tegas, lalu yang bersangkutan juga tahu diri ini, itu,” pungkas Mahfud.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru