JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah di Jabodetabek akan diguyur hujan pada Selasa, 3 Juni 2025.
Berdasarkan informasi resmi yang dibagikan melalui laman Instagram @infobmkg, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
Menurut BMKG, hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu. Hujan dengan intensitas ringan ini juga diperkirakan akan turun di Kota Bogor.
Hujan ringan umumnya memiliki curah hujan antara 0,5 hingga 20 mm per hari, yang berarti cukup untuk membasahi jalan dan lingkungan sekitar, namun tidak menyebabkan gangguan aktivitas yang berarti.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diperkirakan terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Tidak hanya di wilayah DKI Jakarta, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor juga berpotensi mengalami hujan sedang.
Curah hujan dengan intensitas sedang berkisar antara 20 hingga 50 mm per hari. Kondisi ini patut diwaspadai, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, pengguna kendaraan bermotor, serta mereka yang tinggal di daerah rawan banjir.
Meski hujan diperkirakan turun, suhu udara di wilayah DKI Jakarta masih tergolong hangat dan nyaman, berkisar antara 25 hingga 31 derajat Celsius.
Sementara itu, kecepatan angin diperkirakan berada pada level rendah hingga sedang, yakni sekitar 1 hingga 9 km/jam. Angin yang bertiup lemah ini cukup ideal dan tidak akan mengganggu aktivitas warga secara signifikan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk:
- Membawa payung atau jas hujan saat beraktivitas
- Waspada terhadap genangan air di beberapa titik yang rawan banjir
- Menghindari pohon besar dan baliho saat hujan disertai angin
Dengan cuaca yang tidak menentu, masyarakat diharapkan untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG baik melalui website maupun media sosial, agar bisa merencanakan aktivitas dengan lebih baik.
Cuaca yang berubah-ubah ini juga menjadi pengingat bahwa awal Juni masih berada dalam masa peralihan menuju kemarau, sehingga hujan masih dapat terjadi secara tidak merata di wilayah Jabodetabek.

