JAKARTA – Menjelang malam, banyak orang merasakan tubuh mulai melambat, energi menurun, dan rasa lemas yang datang perlahan. Meski terdengar wajar, kondisi ini kadang membingungkan, terutama bagi Sobat Holopis yang merasa tidak melakukan aktivitas berat seharian.
Namun Sobat Holopis mungkin merasa heran mengapa Sobat Holopis terus merasa lelah di malam hari. Apa sebenarnya yang terjadi pada tubuh saat sore hingga malam hari?
Ternyata ada beberapa alasan mengapa tubuh Sobat Holopis selalu terasa lelah di malam hari.
1. Ritme Sirkadian : Jam Tubuh yang Mengatur Energi
Tubuh manusia memiliki circadian rhythm atau jam biologis alami yang mengatur kapan kita merasa segar, lapar, dan mengantuk. Biasanya, energi kita mulai menurun setelah puncaknya di siang hari. Saat matahari terbenam, tubuh mulai memproduksi melatonin, hormon yang memicu rasa kantuk. Proses inilah yang membuat kita merasa lelah atau kurang bertenaga meskipun belum benar-benar aktif sepanjang hari.
Bagi sebagian orang, rasa lemas ini juga dipengaruhi oleh kurangnya paparan cahaya alami di sore hari atau waktu makan yang terlalu padat. Kombinasi antara aktivitas otak yang mulai melambat dan sistem pencernaan yang bekerja keras setelah makan malam bisa membuat tubuh terasa lesu secara menyeluruh.
2. Pola Makan dan Gaya Hidup Bisa Memperparah
Jika Sobat Holopis terbiasa melewatkan sarapan, makan siang terburu-buru, lalu makan malam dalam porsi besar, tubuh akan bekerja keras mencerna makanan di malam hari. Energi akan terkuras untuk proses pencernaan, sehingga timbul rasa berat dan kantuk berlebih. Konsumsi karbohidrat tinggi dan minim protein juga bisa membuat gula darah naik-turun dengan cepat, memicu kelelahan mendadak.
Selain itu, kebiasaan minum kopi sore hari bisa membuat ritme tubuh terganggu. Kafein yang dikonsumsi menjelang malam bisa menunda rasa kantuk, namun ketika efeknya mulai turun, tubuh akan terasa lebih lelah dari biasanya. Begitu pula dengan kebiasaan duduk lama tanpa peregangan yang memperlambat aliran darah dan oksigen ke otak.
3. Kelelahan sebagai Sinyal Tubuh
Rasa lemas di malam hari tidak selalu berarti ada yang salah. Justru bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang memberi sinyal agar kita bersiap untuk beristirahat. Tidur cukup sangat berperan dalam proses pemulihan energi, regenerasi sel, dan stabilisasi hormon. Mengabaikan sinyal lelah tubuh terus-menerus bisa berdampak buruk pada sistem kekebalan, suasana hati, dan metabolisme.
Namun, jika rasa lemas terjadi secara ekstrem atau disertai gejala lain seperti pusing, mual, jantung berdebar, atau kesulitan tidur, sebaiknya Sobat Holopis berkonsultasi dengan tenaga medis. Bisa jadi, kelelahan tersebut berhubungan dengan anemia, gangguan tiroid, atau kondisi medis lainnya.
Merasakan tubuh lemas di malam hari adalah bagian alami dari siklus harian tubuh, apalagi setelah seharian beraktivitas. Namun, jika hal ini terjadi terlalu cepat atau terlalu sering, pola hidup dan asupan harian perlu ditinjau ulang.
Dengarkan sinyal tubuh, berikan waktu istirahat yang layak, dan perhatikan keseimbangan nutrisi harian agar malam tidak selalu diisi rasa lesu yang berlebihan.
Terus jaga kesehatan ya, Sobat Holopis.

