JAKARTA – Dalam suasana hangat usai pertemuan bilateral resmi, Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan undangan pribadi kepada Perdana Menteri Australia Anthony Albanese untuk berlibur lebih lama di Indonesia pada kunjungan berikutnya.
“Kami berharap, di masa mendatang, Yang Mulia bisa berkunjung ke Indonesia lebih lama. Kalau bisa, berlibur dua atau tiga minggu,” ujar Presiden Prabowo sambil tersenyum dalam konferensi pers bersama yang dikutip Holopis.com.
Tak hanya itu, Prabowo bahkan menawarkan pengalaman khas Indonesia di kediamannya di Hambalang. “Saya akan antar sendiri, kalau bisa Pak Perdana Menteri tinggal di padepokan saya di Hambalang. Saya akan ajak naik kuda,” lanjutnya yang disambut tawa para hadirin.
Pernyataan ini menjadi penutup yang menghangatkan dalam pertemuan yang sebelumnya membahas kerja sama strategis Indonesia dan Australia di bidang ekonomi, pertahanan, energi, dan pendidikan. Nuansa keakraban ini mencerminkan hubungan antar pemimpin yang semakin solid, serta harapan akan hubungan antarmasyarakat yang lebih erat.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan hasil pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese yang menandai babak baru dalam hubungan kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis seperti ekonomi, pertahanan, energi, dan hubungan antar masyarakat.
“Berbagai kesepakatan bilateral telah kita capai, dan hubungan antara masyarakat kita pun semakin erat,” ujar Presiden dalam konferensi pers bersama, Kamis (15/5)
Kesepakatan dimulai dari Kemitraan Strategis 2025–2029, Pertahanan dan Keamanan, Ekonomi dan Investasi, Ketahanan Pangan dan Energi Bersih, hingga Dukungan Internasional dan Hubungan Antarmasyarakat.
Presiden mengungkapkan bahwa Indonesia dan Australia sepakat untuk melanjutkan implementasi kesepakatan-kesepakatan sebelumnya, termasuk finalisasi Rencana Aksi Kemitraan Strategis Komprehensif 2025–2029.
Dokumen ini akan menjadi panduan utama kerja sama kedua negara dalam lima tahun ke depan, yang mencerminkan sinergi antara program transformasi Indonesia Astacita dan strategi ekonomi Australia di Asia Tenggara 2040.

