JAKARTA – Setelah mengalami penurunan peringkat FIFA terbaru, kini Timnas China kembali diterpa kabar tak sedap.
Salah satu pemain kunci mereka, Behram Abduweli, belum lama ini dikenai denda dan sanksi menyusul perilaku tak terpujinya dalam lanjutan Liga Super China 2025 beberapa waktu lalu.
Membela klubnya, Shenzhen Peng City, saat bentrok kontra Yunnan Yukun pada 28 Maret, penyerang andalan Timnas China itu terpaksa harus meninggalkan lapangan pertandingan karena diusir wasit pada menit ke-88.
Apa yang terjadi sungguh memprihatinkan. Tombak 22 tahun itu langsung diganjar kartu merah karena meninju pemain lawan.
Atas tindakan brutalnya tersebut, Asosiasi Sepak Bola China mengganjar pemain lincah itu dengan skorsing tiga pertandingan dan denda sebesar 30.000 yuan atau kalau dirupiahkan setara Rp70 juta.
Ini jelas kabar buruk bagi pelatih Timnas China, Branko Ivankovic. Soalnya, sang pemburu gol dipastikan absen dalam matchday 9 Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Timnas Indonesia pada 5 Juni mendatang.
Laga nanti tentunya menjadi laga yang berat bagi ‘Tim Naga’, mengingat mereka akan menjadi tamu di kandang keramat Skuad Garuda, Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.
Kehilangan tukang gedor sekaliber Behram Abduweli jelas pukulan berat bagi Branko Ivankovic. Terlebih, pada dua laga Grup C sebelumnya, China kalah 0-2 dari Australia dan takluk 0-1 dari Arab Saudi.
Pada pertemuan pertama tahun lalu, China menang 2-1 atas Indonesia. Saat itu, Behram Abduweli menyumbang sebiji gol pada menit ke-21. Sedangkan satu lesakan lainnya via Zhang Yuning jelang berakhirnya babak pertama.
Sementara gol semata wayang Indonesia dibukukan oleh Thom Haye hanya beberapa saat sebelum laga berakhir.
Adapun China saat ini berada di posisi buncit Grup C dengan torehan enam poin. Indonesia masih lebih baik di posisi keempat bermodalkan sembilan poin. Meski sempat kalah 1-5 dari Australia, namun Jay Idzes dan kawan-kawan mampu bangkit dari keterpurukan usai mengalahkan Bahrain di laga terakhir pada 25 Maret.
Seperti diketahui juga, kekalahan beruntun membuat China mengalami penurunan peringkat FIFA, dari peringkat ke- 90 melorot ke peringkat ke-94.


