JAKARTA – Suasana haru menyelimuti Gereja Katedral Jakarta pada Jumat (4/4) sore, saat Presiden RI Prabowo Subianto, datang secara pribadi untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, yang jenazahnya disemayamkan sementara di sana.
Tiba pukul 15.38 WIB, Prabowo hanya berada di dalam Katedral sekitar 10 menit, namun kehadirannya penuh makna dan kesan mendalam.
Ditemui oleh Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo, Prabowo disambut hangat dan kemudian diantar langsung hingga kembali ke kendaraannya setelah melayat.
Di hadapan awak media, Prabowo mengenang sosok Mgr. Petrus Turang sebagai pribadi yang rendah hati, penuh kasih, dan konsisten membela rakyat kecil.
“Beliau orang baik. Selalu berpikir positif, dan beliau selalu kerja untuk rakyat kecil. Itu yang saya tahu,” ujar Prabowo, dengan nada penuh penghormatan.
Prabowo mengaku memiliki kedekatan personal dengan almarhum. Ia menyebut bahwa mereka sering bertemu dan bahkan memiliki hubungan keluarga, sehingga kehadirannya bukan hanya sebagai pemimpin negara, tetapi juga sebagai seorang sahabat dan kerabat.
“Saya datang melayat karena memang Mgr. Turang saya kenal baik. (Kami) sering ketemu, dan juga ada hubungan keluarga. Jadi, saya kira sebagai manusia, kita memberikan penghormatan kita,” ucapnya penuh empati.
Tak lupa, Prabowo pun menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada pihak keluarga yang ditinggalkan, dan menyampaikan rasa kehilangan atas wafatnya sosok rohaniwan yang begitu berdedikasi.
Kehadiran Prabowo menjadi simbol penghormatan dari negara kepada tokoh agama yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kemanusiaan, kerukunan, dan keadilan sosial.

