JAKARTA – Hari Kanker Sedunia diperingati setiap tanggal 4 Februari sebagai upaya meningkatkan kesadaran global tentang kanker serta pentingnya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan penyakit ini.
Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat akan dampak kanker dan mendorong tindakan konkret dalam pengendaliannya.
Latar Belakang dan Sejarah
Hari Kanker Sedunia atau World Cancer Day pertama kali diprakarsai oleh Union for International Cancer Control (UICC) pada tahun 2000 dalam Konferensi Kanker Dunia yang diselenggarakan di Paris, Prancis.
Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin dunia menandatangani Piagam Paris yang berisi komitmen global dalam meningkatkan kesadaran, meningkatkan pencegahan, dan memperbaiki akses terhadap pengobatan kanker di seluruh dunia.
Sejak saat itu, Hari Kanker Sedunia diperingati setiap tahun dengan tujuan memperkuat komitmen global dalam mengurangi beban akibat kanker. Organisasi kesehatan dunia, seperti WHO dan berbagai lembaga kesehatan nasional, berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi serta mendukung berbagai kampanye yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kanker.
Tema dan Kampanye Hari Kanker Sedunia
Setiap tahun, Hari Kanker Sedunia mengangkat tema khusus untuk menyoroti aspek tertentu dalam upaya melawan kanker. Beberapa tema yang pernah diusung antara lain:
- 2016-2018: “We Can, I Can” (Kita Bisa, Aku Bisa), yang menekankan bahwa setiap individu maupun kelompok memiliki peran dalam pencegahan dan pengendalian kanker.
- 2019-2021: “I Am and I Will” (Saya Adalah dan Saya Akan), yang mendorong setiap orang untuk mengambil langkah nyata dalam mengurangi risiko kanker.
- 2022-2024: “Close the Care Gap” (Menutup Kesenjangan Perawatan), yang berfokus pada kesetaraan akses layanan kesehatan bagi semua orang, terutama mereka yang berada di lingkungan dengan keterbatasan akses terhadap pengobatan kanker.
- 2025-2027: “United by Unique” (Disatukan oleh Keunikan), yang menempatkan orang-orang di pusat perawatan dan kisah mereka di inti perbincangan.
Kampanye Hari Kanker Sedunia dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti seminar, program deteksi dini, kampanye media sosial, serta penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang faktor risiko kanker dan pentingnya perawatan yang tepat.
Peringatan Hari Kanker Sedunia di Indonesia
Di Indonesia, peringatan Hari Kanker Sedunia dikoordinasikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Berbagai kegiatan dilakukan untuk mengedukasi masyarakat, termasuk kampanye deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan, penyuluhan mengenai pola hidup sehat, serta dukungan terhadap pasien kanker dan keluarganya.
Pada tahun ini, Kemenkes dengan menggandeng Parameter PT Padjajaran Mitra menggelar webinar ‘Hari Kanker Sedunia 2025’ pada hari Jumat, 7 Februari 2025 mendatang pukul 06.00 – 23:00 WIB.
Tujuan penyelenggaraan webinar adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penyebab dan pencegahan dan penatalaksanaan kanker.
Selain itu, Kemenkes juga terus meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan, memperkuat deteksi dini melalui puskesmas, serta memperluas cakupan vaksinasi HPV sebagai pencegahan kanker serviks.
Hari Kanker Sedunia menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran dan aksi nyata dalam melawan kanker.
Melalui kerja sama antara pemerintah, organisasi kesehatan, dan masyarakat, diharapkan angka kejadian dan kematian akibat kanker dapat dikurangi, serta kualitas hidup pasien kanker dapat lebih ditingkatkan.
Dengan semakin banyaknya individu yang terlibat dalam upaya ini, dunia semakin dekat menuju masa depan yang lebih sehat dan bebas dari beban kanker.

