JAKARTA – Putri sulung Nikita Mirzani, Laura Meizani Nasseru Asry atau yang lebih akrab dipanggil Lolly kabur dari Nikita dan memilih untuk berlindung dengan kekasihnya, Vadel Badjideh dan pengacaranya, Razman Arif Nasution.
Dalam pengaduan Lolly ia mengatakan tak betah berada di safe house karena disatukan dengan orang-orang ODGJ, terlibat prostitusi, pengidap HIV, dll.
Menanggapi hal tersebut, PLT Asdep Layanan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Atwirlany Ritonga mengatakan bahwa setiap anak diperlakukan dengan beda di Rumah Aman atau safe house tersebut.
Ia pun mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak akan memberikan tempat yang lebih layak untuk Lolly.
“Kami akan berkoordinasi dengan Kemensos, KPAI, PPA, dan LPSK untuk memberikan tempat yang layak untuk melindungi anak ini,” kata Atwirlany, dikutip Holopis.com, Sabtu (11/1).
Ia juga menyebutkan bahwa PPPA sudah menjalankan prosedur pengawasan yang sesuai dengan hukum yang berlaku. Meskipun ada banyak tantangan yang mereka lewati ketika mendampingi Lolly.
Lolly Ungkapkan Ingin Lahir dari Wanita Lain
Dalam pengakuannya, Lolly bahkan dengan blak-blakan mengatakan ia tidak bangga memiliki ibu seperti Nikita Mirzani. Bahkan, ia mengatakan mau terlahir dari rahim wanita yang lain.
“Kalau bisa memilih pun, pengen lahir dari rahim siapa pun, saya mau. Jujur, karena saya nggak bangga, mohon maaf sekali saya nggak bangga mempunyai ibu yang kontroversial seperti itu,” jelasnya.
Sebagai informasi, pertikaian Nikita Mirzani dan Lolly dimulai saat Lolly menolak untuk membela ibunya dan lebih berada di pihak mantan ayah tirinya, Antonio Dedolla. Keduanya pun saling melontarkan sindiran satu sama lain di akun media sosial masing-masing.
Permasalahan ibu anak ini pun semakin memuncak setelah Nikita tak merestui hubungan Lolly dan Vadel Badjideh. Vadel dituing menyebutuhi anak dibawah umur yang membuat Nikita langusng menjemput paksa anak sulungnya itu.
Lolly kemudian membahas terkait orang tua yang bisa membuat kesalahan dan durhaka terhadap ibu. Ia mengaku kesal dan sedih karena merasa mengapa anak yang terus disalahkan jika memiliki konflik dengan orang tua.
“Kan di dunia ini bukan cuma anak yang bisa durhaka, tapi kan ibu juga bisa durhaka. Bahkan di dunia ini kebanyakan malah justru ibu yang durhaka terhadap anak, tapi anak yang selalu disalahkan,” kata Lolly.
Lolly kemudian mengatakan bahwa ia berharap agar anak-anak di dunia yang diperlakukan tidak baik dengan orang tua mereka agar bisa bersuara.
Menurut Lolly, seorang anak tidak semestinya takut kepada orang tua hanya karena orang tua melahirkan anak mereka di rumah,
Apalagi berdasarkan teori yang ia yakini, anak tidak meminta untuk dilahirkan di dunia.
“Jangan mau takut sama orang tua hanya karena mereka melahirkan kamu di dunia ini, kan kalian juga tidak meminta kalian dilahirkan di dunia ini,” kata Lolly.