Minggu, 22 Feb 2026
BREAKING
Minggu, 22 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Survei ISC : Rakyat Masih Percaya Pemerintahan Jokowi

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Peneliti Senior Indonesia Survey Center (ISC), Chairul Ansari menyampaikan bahwa masyarakat masih mempercayai kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres KH Maruf Amin.

Hal ini disampaikan dengan melihat data survei terbaru yang dilakukan oleh lembaganya. Dimana kata Chairul, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan saat ini masih cukup tinggi.

- Advertisement -

“Tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Jokowi-Maruf pada tiga bulan terakhir sebagian besar atau 68,8% merasa puas dan sangat memuaskan,” kata Chairul dalam rilis surveinya yang dikutip Holopis.com, Senin (10/4).

Kelompok masyarakat yang masih merasa tidak puas dengan kinerja pemerintahan saat ini juga masih cukup kecil.

- Advertisement -

“Hanya ada 15,4% saja yang menyatakan tidak puas dan sangat tidak puas,” ujarnya.

Pun demikian, persepsi publik terhadap kinerja pemerintahan saat ini masih belum menunjukkan tren naik. Salah satunya adalah untuk sektor ekonomi. Menurut masyarakat, kondisi perekonomian Indonesia masih stabil.

“Dalam pertanyaan komparatif, sebagian besar atau 40,1% menjawab kondisi ekonomi rumah tangga dalam tiga bulan terakhir ini sama saja dibanding tiga bulan sebelumnya. Namun demikian yang menjawab lebih baik dan jauh lebih baik ada 33,2%,” jelasnya.

“Persentase ini jauh lebih besar dari pada yang menjawab lebih buruk dan jauh lebih buruk dimana ada 19,5%,” imbuhnya.

Lalu, di dalam surveinya juga merekam pesepsi publik terhadap apa saja yang perlu dibenahi di pemerintahan saat ini. Poin paling penting dan terbaru menurut Chairul adalah stabilitas harga-harga komoditas di pasar.

“Dalam pertanyaan terbuka survei menemukan bahwa publik menilai masalah yang paling mendesak untuk segera diselesaikan oleh pemerintah adalah masalah kenaikan harga-harga kebutuhan pokok (18,7%),” terangnya.

Lalu masalah krusial lainnya adalah persoalan ketersediaan lapangan pekerjaan yang tidak terlalu menggemirakan. Serta tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

“Lapangan kerja sedikit (17,3%); KKN (12,8%) dan sebagainya,” paparnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru