HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengakui bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) saat ini memang menimbulkan masalah dan rasa sakit tersendiri bagi masyarakat miskin dan rentan.
Namun menurutnya, rasa sakit itu hanya sementara dan akan hilang dalam beberapa bulan ke depan.
“Saya kira kalau orang bilang ini menimbulkan masalah, yes, sementara mungkin pada periode tertentu akan painfull buat kita, ada sakit buat kita. Tapi, saya kira setelah beberapa bulan tidak ada masalah. Asal kita kompak aja,” kata luhut, Sabtu (3/9).
Pernyataan itu disampaikan Luhut beberapa jam sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kenaikan harga BBM.
Menurut Luhut, keputusan pemerintah menaikkan harga BBM merupakan jalan yang terbaik untuk saat ini, dibanding terlalu lama memberikan subsidi yang sebenarnya banyak dinikmati oleh masyarakat kalangan ekonomi ke atas.
“Tahun 2045 akan menjadi negara maju. Harus kompak. Manakala pemerintah ada tindakan yang mungkin sementara waktu tidak enak, misalnya menaikkan harga BBM, itu sudah kita hitung bahwa itu yang terbaik daripada tidak menaikkan BBM,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan harga tiga jenis BBM milik perusahaan pelat merah Pertamina.
Harga Pertalite mulai hari ini, pukul 14.30 WIB siang tadi telah resmi dinaikkan menjadi Rp 10.000 per liter, kemudian solar subsidi menjadi Rp 6.800 per liter dan Pertamax menjadi Rp 14.500 per liter.