Beeru Stevia Setop Penjualan Sementara usai Disorot Doktif, Ini Temuan Uji Lab yang Viral

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Produk pemanis cair Beeru Stevia menjadi sorotan publik setelah Dokter Detektif atau Doktif mengungkap dugaan ketidaksesuaian kandungan produk dengan informasi yang tercantum pada kemasan. Polemik tersebut ramai diperbincangkan di media sosial hingga mendorong manajemen Beeru Indonesia menghentikan sementara penjualan produknya.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip pada Kamis (29/10), manajemen Beeru Indonesia menyampaikan bahwa pihaknya tengah menelusuri informasi yang beredar dan melakukan verifikasi bersama mitra manufaktur. Perusahaan juga meminta maaf kepada konsumen atau Beeruzen atas keresahan yang muncul.

“Perlu kami sampaikan bahwa Beeru Stevia diproduksi melalui kerja sama dengan mitra manufaktur yang menangani formulasi, pengadaan bahan baku, dan proses produksi. Saat ini, kami sedang berkoordinasi dengan pihak manufaktur dan melakukan verifikasi lebih lanjut,” tulis manajemen Beeru Indonesia, dikutip Holopis.com, Kamis (29/10).

Pihak perusahaan menegaskan bahwa keterlibatan mitra manufaktur tidak menghilangkan tanggung jawab mereka terhadap produk. Penjualan Beeru Stevia pun dihentikan sementara hingga proses verifikasi selesai.

Hasil Uji Lab yang Diungkap Doktif

Kontroversi bermula ketika Doktif mengunggah hasil pengujian sampel Beeru Stevia melalui akun media sosialnya. Pengujian tersebut dilakukan untuk memeriksa kesesuaian kandungan produk dengan klaim pemanis berbahan stevia yang dipasarkan sebagai produk nol kalori.

Dalam dokumen hasil uji yang dibagikan, gula total dilaporkan tidak terdeteksi dengan batas deteksi 0,44. Namun, dokumen tersebut juga mencantumkan hasil pengujian sukralosa sebesar 101.297,89 mg/L dan neotam sebesar 5.280,99 mg/L.

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai komposisi produk dan kesesuaiannya dengan informasi pada kemasan. Meski demikian, angka yang beredar merupakan hasil uji yang dipublikasikan Doktif dan belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan resmi mengenai keamanan produk.

Dalam regulasi bahan tambahan pangan, batas penggunaan pemanis ditentukan berdasarkan kategori produk dan ketentuan yang berlaku. Karena hasil uji tersebut menggunakan satuan mg/L, sedangkan sejumlah ketentuan regulasi menggunakan mg/kg, perbandingan harus memperhitungkan satuan, karakteristik sampel, serta kategori pangan yang tepat.

Mengapa Kandungan Pemanis Menjadi Sorotan?

Stevia dikenal sebagai bahan pemanis yang mengandung senyawa glikosida steviol dan kerap digunakan sebagai alternatif gula. Namun, produk yang menggunakan stevia tidak selalu berarti hanya mengandung ekstrak stevia tanpa bahan tambahan lain. Konsumen tetap perlu memeriksa komposisi dan informasi gizi pada kemasan.

Sukralosa dan neotam merupakan jenis pemanis yang penggunaannya diatur dalam ketentuan bahan tambahan pangan. Keberadaan kedua bahan tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa suatu produk berbahaya. Penilaian keamanan perlu mempertimbangkan kadar, kategori pangan, dan kesesuaian penggunaannya dengan regulasi.

Bagi konsumen yang memilih pemanis untuk mengatur asupan gula atau kalori, kejelasan komposisi menjadi hal penting. Informasi yang akurat membantu konsumen menentukan pilihan sesuai kebutuhan, termasuk bagi mereka yang perlu mengendalikan kadar gula darah.

Dalam kasus Beeru Stevia, persoalan yang menjadi perhatian adalah dugaan ketidaksesuaian antara hasil pengujian yang dibagikan Doktif dan informasi produk yang beredar. Kepastian mengenai kandungan serta kepatuhannya terhadap ketentuan pangan masih memerlukan verifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Sementara itu, manajemen Beeru Indonesia menyatakan sedang berkoordinasi dengan mitra manufaktur untuk menelusuri persoalan tersebut. Hasil pemeriksaan lanjutan diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai komposisi produk dan informasi yang disampaikan kepada konsumen.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Darin Brenda Iskarina
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!

Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU