Namun, jangan langsung mengerem dan berhenti di tengah jalan.
Pengendara dari belakang juga mungkin tidak bisa melihat keberadaan motor dengan jelas sehingga risiko tabrakan meningkat.
Kurangi kecepatan secara terkendali dan arahkan kendaraan ke lokasi aman di luar arus lalu lintas.
Lanjutkan perjalanan hanya ketika kondisi sudah memungkinkan dan jarak pandang kembali memadai.
6. Kalau Tidak Mendesak, Lebih Baik Tunda Perjalanan
Inilah langkah yang kerap diabaikan: tidak semua perjalanan harus tetap dilakukan saat kabut asap menyelimuti jalan.
Jusri menyarankan masyarakat menghindari perjalanan jika tidak memiliki keperluan mendesak, terutama ketika jarak pandang sudah sangat terbatas.
“Kalau situasi kondisi visibilitas seperti ini, asap yang tebal, kalau tidak perlu jalan atau berada di jalan maka hindarilah perjalanan tersebut,” ujar Jusri.
Jika hanya perlu menyampaikan informasi atau bertemu seseorang untuk urusan yang masih bisa ditunda, manfaatkan telepon atau WhatsApp sebagai alternatif.
Jangan sampai perjalanan yang sebenarnya bisa ditunda justru berakhir dengan kecelakaan.
Berkendara aman di tengah kabut asap bukan soal seberapa berani pengendara menerobos jalan, melainkan seberapa tepat mereka mengenali bahaya dan mengambil keputusan.
Enam langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko, tetapi bukan jaminan bahwa perjalanan tetap aman ketika asap sangat pekat.
Jika jarak pandang sudah tidak memadai, jangan sok berani.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...