HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wacana gaji ASN disalurkan lewat Kopdes Merah Putih menuai kritik. PDIP menyebut lima risiko yang membuat ASN ketar-ketir.
Rencana penyaluran gaji aparatur sipil negara (ASN) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) memicu kegaduhan.
Meski baru sebatas wacana, gelombang kritik tajam sudah membanjiri ruang publik sejak beberapa hari terakhir.
Akun Instagram resmi PDIP, @moncongpublik, menilai keterlibatan perantara seperti Kopdes Merah Putih (KDMP) justru berpotensi menambah kerumitan baru bagi para abdi negara.
Dalam unggahannya, akun tersebut memaparkan sedikitnya lima alasan yang membuat ASN resah.
1. Risiko Gaji Telat
Saat ini sistem payroll bank berjalan otomatis pukul 00.00 WIB, dan dana bisa langsung ditarik.
Jika lewat KDMP, ada tahapan tambahan. Dana harus mengendap dan berputar di sistem internal terlebih dahulu, sehingga rawan glitch atau kendala teknis.
2. Potensi Potongan Sepihak
Sistem penggajian saat ini dinilai transparan karena memuat rincian slip gaji resmi dari negara.
Sebaliknya, pengawasan di koperasi dikhawatirkan lebih longgar.
Kondisi itu membuka celah munculnya “biaya administrasi ajaib” atau potongan tanpa izin.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...