Namun, jawaban yang diterimanya justru membuatnya keheranan.
“Are you ready to order?” tanya Sophie, menirukan percakapannya dengan pengunjung tersebut.
Pengunjung itu menjawab bahwa dirinya hanya ingin mengisi daya ponsel.
“I just want to charge my phone,” ujar Sophie menirukan jawaban wisatawan tersebut.
Bagi pemilik usaha, kedatangan pengunjung yang hanya menggunakan fasilitas tanpa membeli sesuatu bisa menjadi persoalan tersendiri.
Pasalnya, listrik dan fasilitas kafe tetap membutuhkan biaya operasional.
Pengalaman Pongki dan Sophie ternyata tidak berhenti pada persoalan pengisian daya ponsel.
Sophie juga menceritakan wisatawan asing yang masuk ke kedai kopi untuk menggunakan toilet tanpa meminta izin terlebih dahulu.
Menurut Sophie, pengunjung setidaknya bisa membeli air mineral atau bertanya kepada pengelola sebelum menggunakan fasilitas tersebut.
“Datang, masuk, pakai toilet. Beli air mineral kek,” kata Sophie.
Ada pula pengalaman ketika wisatawan asing datang hanya untuk meminjam selimut karena kedinginan setelah kehujanan.
Berbagai kejadian tersebut membuat Pongki menilai sebagian pengunjung kurang menghargai pemilik usaha dan masyarakat setempat.
“Kayak enggak nganggep (warga lokal). Kita alami sendiri makanya bisa cerita,” ujar Pongki.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...