Apalagi, Erwin sempat menawarkan lagu Chrisye yang ternyata merupakan salah satu lagu favorit Ari.
Momen itu kemudian menjadi pengantar menuju lagu “Andai Aku Bisa”.
“Dan ah, salah satu alasan kenapa saya pribadi mengiyakan project ini adalah satu lagu ini. Selamat menikmati lagu favorit saya ini,” kata Ari sebelum membawakan lagu tersebut.
Usai menyajikan sejumlah lagu Chrisye, kerinduan penggemar terhadap Fourtwnty akhirnya terobati.
Ari Lesmana dan Nuwi kemudian membawakan sejumlah lagu andalan Fourtwnty, termasuk “Aku Tenang” dan “Mangu”.
Dua lagu tersebut terdengar semakin megah karena mendapat sentuhan aransemen Erwin Gutawa Orchestra yang melibatkan 50 musisi.
Perpaduan karakter musik Fourtwnty dengan aransemen orkestra membuat penampilan malam itu terasa berbeda.
Lagu-lagu yang selama ini lekat dengan nuansa khas Fourtwnty mendapat warna baru di atas panggung Pestapora 2026.
Namun, kejutan belum berhenti.
Menjelang penghujung penampilan, Fourtwnty kembali mengajak penonton menikmati karya Chrisye melalui “Lilin-Lilin Kecil”.
Setelah itu, penampilan ditutup secara monumental lewat lagu “Pergilah Kasih”.
Ari kemudian menyampaikan salam penutup kepada para penonton Pestapora 2026.
“Pestapora, terima kasih. Free-free Palestine,” tutup Ari Lesmana.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...