Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Meski Harga Minyak Dunia Bergejolak

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik meski harga minyak dunia tengah bergejolak akibat konflik di Timur Tengah dan Eropa Timur.

Bahlil mengatakan pemerintah akan tetap menjaga harga BBM subsidi agar tetap terjangkau masyarakat. Kebijakan tersebut diambil di tengah harga minyak dunia yang bergerak di atas asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Untuk harga subsidi, berapa pun harganya di dunia, tidak akan kita naikkan,” ujar Bahlil saat memberikan keynote speech pada ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (INTECHSEA) 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026), dikutip Holopis.com.

Menurut Bahlil, pemerintah saat ini berupaya menjaga ketahanan energi nasional dengan mencari sumber pasokan minyak mentah baru. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri sekaligus mengurangi dampak gejolak energi global.

Dia mengungkapkan kebutuhan BBM Indonesia saat ini mencapai kurang lebih 1,6 juta barel per hari. Sementara itu, produksi atau lifting minyak nasional baru berada di kisaran 600-610 ribu barel per hari.

Kondisi tersebut membuat Indonesia masih menghadapi kesenjangan antara kebutuhan dan produksi minyak dalam negeri. Karena itu, pemerintah terus mencari sumber pasokan minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Bahlil menegaskan pemerintah tidak ingin kebijakan pasokan energi nasional ditentukan oleh kepentingan pihak asing.

“Indonesia adalah negara merdeka, tidak ada satu pun kekuatan asing yang bisa mengintervensi kebijakan pasokan energi kita demi kepentingan nasional,” katanya.

Upaya mencari tambahan pasokan minyak mentah juga dilakukan melalui kerja sama dengan negara lain. Bahlil mengungkapkan dirinya turut mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Rusia untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia

Salah satu agenda yang dibahas dalam kunjungan tersebut adalah negosiasi pasokan minyak mentah atau crude oil jangka panjang. Langkah itu diharapkan dapat membantu menutupi defisit kebutuhan minyak dalam negeri.

Selain menjaga ketahanan energi, pemerintah juga terus mendorong hilirisasi sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Bahlil mencontohkan dampak kebijakan hilirisasi terhadap ekspor komoditas nikel.

“Ekspor nikel kita pada 2017-2018, saat masih berupa bahan mentah, hanya USD3,3-USD3,4 miliar per tahun. Setelah kita tutup ekspor nikel mentah, pada 2023 ekspor kita sudah mencapai USD33 miliar,” ujarnya.

Meski demikian, Bahlil mengakui peningkatan nilai ekonomi dari hilirisasi tersebut belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh daerah penghasil tambang.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU