Prabowo Tawarkan Indonesia Jadi Gerbang Rusia ke Pasar ASEAN

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, VLADIVOSTOK — Presiden Prabowo Subianto menawarkan posisi Indonesia sebagai pintu masuk utama bagi dunia usaha Eurasia menuju pasar Asia Tenggara. Pesan itu disampaikan Prabowo saat menjadi tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Bukan sekadar soal perdagangan. Prabowo ingin hubungan ekonomi Indonesia, Rusia, dan negara-negara Eurasian Economic Union (EAEU) bergerak lebih cepat, terutama setelah adanya kesepakatan perdagangan bebas Indonesia-EAEU.

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan besarnya pasar yang bisa dijangkau melalui Indonesia.

“Bagi dunia usaha Eurasia, Indonesia merupakan pintu masuk alami ke ASEAN. Kami adalah pasar terbesar di kawasan dan merupakan gerbang menuju 680 juta penduduk ASEAN,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, posisi geografis dan kekuatan pasar Indonesia bisa menjadi modal penting untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan Rusia dan negara-negara EAEU.

Ia melihat Indonesia dan Rusia memiliki kekuatan yang berbeda, tetapi justru bisa saling melengkapi.

Rusia memiliki keunggulan dalam gandum, pupuk, energi, ilmu pengetahuan, hingga teknologi dan teknik maju. Di sisi lain, Indonesia punya komoditas dan industri seperti minyak sawit, perikanan, kopi, karet, tekstil, furnitur, serta berbagai barang konsumsi.

Indonesia juga memiliki bonus berupa angkatan kerja yang relatif muda.

“Satu sisi memiliki kekuatan yang dapat menjawab kebutuhan sisi lainnya. Inilah fondasi perdagangan yang adil dan berkelanjutan,” ujar Prabowo.

FTA Jadi Kunci

Peluang tersebut, kata Prabowo, semakin besar dengan adanya Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement atau I-EAEU FTA.

Perjanjian ini dirancang untuk memperluas akses produk Indonesia ke pasar negara-negara EAEU. Sebaliknya, produsen dari kawasan Eurasia juga mendapat peluang lebih besar masuk ke Indonesia dan selanjutnya menjangkau pasar ASEAN.

I-EAEU FTA ditandatangani di St. Petersburg pada 21 Desember 2025. Perjanjian itu melibatkan Indonesia, EAEU yang terdiri dari Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia, serta Eurasian Economic Commission.

Salah satu poin pentingnya adalah penghapusan atau pengurangan bea masuk untuk 11.882 pos tarif, yang mencakup lebih dari 90 persen barang yang diperdagangkan.

Prabowo mengatakan Indonesia sudah menyelesaikan persetujuan parlemen untuk perjanjian tersebut. Pada Juli 2026, pemerintah juga telah menandatangani Peraturan Presiden terkait ratifikasi I-EAEU FTA.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!

Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU