HOLOPIS.COM, JAKARTA – Harapan kembali muncul dalam operasi pencarian korban banjir bandang dahsyat yang melanda Nepal. Dua pekerja berhasil ditemukan dalam kondisi hidup setelah sembilan hari terjebak di dalam terowongan proyek pembangkit listrik tenaga air.
Kedua pekerja tersebut merupakan Sanjay Sah yang berstatus mandor mekanik dan Kabir Maharjan, seorang supervisor mekanik. Keduanya ditemukan dari salah satu terowongan di proyek Trishuli-3 Hydropower Project.
Dalam sejumlah gambar dari lokasi, kedua pekerja terlihat masih tertutup lumpur saat dievakuasi oleh tim penyelamat. Kabar tersebut langsung disambut warga setempat sebagai sebuah keajaiban di tengah besarnya dampak bencana.
Koresponden internasional John Sparks menyebut warga Nepal menganggap keberhasilan penyelamatan tersebut sebagai “keajaiban”. Menurutnya, momen itu menjadi kabar yang sangat dibutuhkan masyarakat Nepal di tengah situasi sulit.
“Ini persis yang dibutuhkan negara ini,” kata Sparks, dikutip Holopis.com, Jum’at (4/9).
Namun, operasi pencarian masih menghadapi kondisi yang berat. Sparks mengatakan lokasi pencarian sangat panas dan basah, sementara hujan monsun juga menjadi ancaman bagi proses evakuasi.
Di sektor pembangkit listrik tenaga air, sekitar 900 pekerja dilaporkan masih hilang dari 12 proyek yang terdampak bencana. Sekitar 500 orang di antaranya diperkirakan masih terjebak di dalam terowongan.
Sparks juga melaporkan kondisi sebuah wilayah yang terbelah akibat kerusakan yang ditimbulkan bencana. Untuk melintasi sungai, warga bahkan harus menggunakan sebuah kerangka atau sangkar sebagai akses penyeberangan.
“Agak menegangkan berada di dalam sangkar ini, tetapi saya rasa ini satu-satunya cara untuk menyeberangi sungai,” ujarnya.
Korban Meninggal Terus Bertambah
Berdasarkan data terbaru dari otoritas penanggulangan bencana nasional Nepal, jumlah korban meninggal dunia kini mencapai 1.287 orang. Sebanyak 5.083 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Sementara itu, di wilayah Tibet yang berada di sisi perbatasan China, kantor berita resmi Xinhua melaporkan 31 orang meninggal dunia dan 531 orang masih hilang.
Besarnya kerusakan juga terlihat dari jumlah rumah yang terdampak. Pemerintah Nepal memperkirakan sekitar 20.000 rumah harus dibangun kembali setelah diterjang banjir bandang.
Dari jumlah tersebut, perkiraan awal menunjukkan sekitar 7.500 rumah hancur sepenuhnya, baik karena tersapu arus banjir maupun tertimbun material longsoran, lumpur, dan puing-puing.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...