Geger! RI Bangun Tambak Udang Raksasa 2.150 Hektare, Setara 2.150 Lapangan Bola

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Indonesia tengah membangun tambak udang raksasa seluas 2.150 hektare di NTT. Proyek Rp7,2 triliun ini ditargetkan beroperasi pada 2028.

Indonesia ternyata tengah menyiapkan proyek tambak udang jumbo di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Luasnya bikin melongo, mencapai 2.150 hektare atau secara ilustratif setara dengan sekitar 2.150 lapangan sepak bola.

Proyek ini berada di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT.

Bukan sekadar tambak biasa, kawasan tersebut dibangun dengan konsep Integrated Shrimp Farming (ISF) atau tambak udang terintegrasi.

Nilai investasinya pun nggak kecil. Pemerintah menggelontorkan investasi sekitar US$500 juta atau Rp7,2 triliun untuk membangun kawasan tersebut.

Pembangunan tambak udang raksasa ini masih berjalan.

Hingga 29 Juli 2026, progres fisiknya tercatat mencapai 10%.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM) Muhammad Qodari mengatakan pembangunan didukung lebih dari 300 unit alat berat serta melibatkan tenaga kerja lokal.

Dari total lahan 2.150 hektare, sekitar 1.361 hektare akan digunakan untuk area tambak dan fasilitas pendukung.

Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan fisik rampung pada akhir 2027.

“Sehingga kawasan ini diharapkan beroperasi pada awal 2028,” kata Qodari.

Dengan investasi Rp7,2 triliun, pembangunan ISF Waingapu mencakup berbagai fasilitas.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!

Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU