JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid meminta pemerintah dan aparat keamanan khususnya Polri untuk senantiasa mengedepankan pendekatan persuasif dalam menyikapi rencana aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR RI.
Menurut Habib Syakur, pendekatan yang humanis dan persuasif justru penting untuk memastikan penyampaian aspirasi berlangsung tertib sekaligus mencegah potensi kericuhan.
Ia menilai aparat tidak perlu mengedepankan pendekatan represif sejak awal, melainkan membangun komunikasi dengan koordinator aksi serta memberikan ruang yang proporsional bagi peserta untuk menyampaikan tuntutannya.
“Karena AMPB punya track record demonstrasi anarkis, maka merangkul dan memberikan fasilitas yang baik dalam menyampaikan aspirasi akan jauh lebih baik demi mengantisipasi kerusuhan dan anarkisme di DPR,” ujar Habib Syakur dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, langkah persuasif bukan berarti aparat membiarkan pelanggaran hukum. Sebaliknya, komunikasi yang baik antara aparat dan massa aksi dapat menjadi instrumen pencegahan agar potensi gangguan keamanan bisa diantisipasi sejak awal.
Isu yang Dibawa AMPB Dinilai Positif
Habib Syakur juga menyoroti substansi tuntutan yang dibawa AMPB. Ia menilai desakan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan serta dorongan pemberian hukuman berat, termasuk hukuman mati bagi koruptor, merupakan isu yang memiliki daya tarik kuat di tengah masyarakat.
“Melihat isunya positif, yakni dukungan pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati koruptor, ini adalah isu yang paling masuk akal dan tentu mendapatkan dukungan publik lebih banyak,” katanya.

Habib Syakur mengingatkan, apabila pendekatan terhadap massa terlalu represif, perhatian publik justru berpotensi bergeser dari substansi tuntutan pemberantasan korupsi menjadi isu mengenai tindakan aparat.
“Memberikan ruang yang proporsional kepada demonstran akan tetap memastikan isunya tersampaikan dengan baik dan tidak melebar pada isu represivitas aparat,” tegasnya.
Ia menilai negara justru dapat memperoleh keuntungan apabila aksi tersebut berlangsung tertib. Aspirasi mengenai penguatan pemberantasan korupsi dapat menjadi bagian dari diskursus publik tanpa harus diwarnai benturan antara demonstran dan aparat.
Waspadai Penyusupan
Di sisi lain, Habib Syakur mengingatkan adanya potensi penyusupan pihak-pihak tertentu dalam aksi AMPB. Menurutnya, semakin besar perhatian publik terhadap sebuah aksi, semakin besar pula kemungkinan adanya kelompok lain yang mencoba memanfaatkan momentum tersebut untuk kepentingan berbeda.
Karena itu, ia mendorong aparat melakukan komunikasi dan koordinasi sejak awal dengan para penggerak aksi dari Pati.
“Rencana aksi AMPB tentu sangat rawan disusupi kelompok tertentu. Maka aparat harus segera berkoordinasi dengan Botok Pati dan Teguh cs untuk memastikan massa aksi benar-benar terorganisir,” ujarnya.
Menurut Habib Syakur, koordinasi tersebut penting untuk membedakan antara peserta aksi yang benar-benar membawa agenda AMPB dengan pihak lain yang sengaja masuk untuk memancing kericuhan.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!