HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gempa M7,1 di Kumamoto masih diikuti lebih dari 100 gempa susulan. Warga diminta tetap siaga selama tiga hari ke depan di tengah proses evakuasi korban.
Situasi di Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang, masih jauh dari kata aman setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (28/7/2026).
Hingga Rabu (29/7/2026), lebih dari 100 gempa susulan terus terjadi, memaksa otoritas Jepang mengeluarkan peringatan agar masyarakat tetap siaga selama dua hingga tiga hari ke depan.
Di tengah ancaman gempa susulan yang belum mereda, tim penyelamat masih berpacu dengan waktu mencari korban di berbagai lokasi terdampak.
Salah satu titik yang menjadi fokus operasi adalah Aeon Mall Kumamoto di Kashima, yang mengalami kerusakan parah dan dilaporkan sempat terjadi ledakan setelah guncangan utama mengguncang kawasan tersebut.
Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA) mencatat gempa utama terjadi sekitar pukul 16.27 waktu setempat dengan magnitudo 7,1.
Guncangan mencapai intensitas maksimum level 7 pada skala seismik Jepang di wilayah Uki dan Hikawa, menjadikannya salah satu gempa terkuat yang melanda Kumamoto dalam beberapa tahun terakhir.
Dampak gempa tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga menelan korban jiwa.
Berdasarkan laporan Reuters, sedikitnya dua orang dikonfirmasi meninggal dunia akibat rangkaian kejadian pascagempa, termasuk keruntuhan bangunan dan insiden di pusat perbelanjaan yang terdampak.
Jumlah tersebut masih bersifat sementara karena proses pencarian dan pendataan korban terus dilakukan.
Operasi penyelamatan pun belum berakhir.
Reuters sebelumnya melaporkan sekitar 20 hingga 30 pekerja sempat belum diketahui keberadaannya setelah insiden di pusat perbelanjaan tersebut.
Tim penyelamat terus menyisir area reruntuhan menggunakan alat berat dan peralatan pencarian untuk memastikan tidak ada korban yang masih terjebak.


