HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Republik Indonesia, Yusril Ihza Mahendra meminta peran aktif aparat dan pemerintah daerah dalam menangani persoalan begal dan pencurian.
Bahkan, Yusril kemudian juga menyoroti tindakan main hakim sendiri yang dilakukan masyarakat dalam menghadapi kejahatan belakangan ini.
Yusril berharap seharusnya kepolisian dan pemerintah daerah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan main hakim sendiri kepada orang-orang diduga melakukan pencurian, perampokan dan lainnya.
“Masyarakat jangan main hakim sendiri, tetapi menegakkan hukum dengan menyerahkan pelaku kepada aparat kepolisian untuk menjalankan proses hukum berlaku,” kata Yusril dalam pernyataannyan yang dikutip Holopis.com, Rabu (29/7).
Yusril menegaskan masyarakat tidak boleh main hakim sendiri karena melanggar peraturan berlaku dan hak asasi manusia (HAM).
“Masyarakat tidak boleh main hakim sendiri terhadap orang-orang diduga melakukan pencurian, perampokan, begal dan tindak kejahatan lainnya,” tegasnya.
Tindakan main hakim sendiri itu menurut Yusril, justru menjadi permasalahan baru di masyarakat pada saat yang ni.
“Ini menimbulkan persoalan-persoalan baru karena tindakan main hakim sendiri tersebut tidak sesuai dengan aturan berlaku. Oleh karena itu, saya mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghormati hak asasi manusia dan mentaati aturan-aturan berlaku,” pintanya.
Ia mencontohkan kasus di Bali beberapa waktu lalu, ada seorang warga diduga mencuri ayam yang ditangkap masyarakat beramai-ramai, dipukuli, disiksa hingga meninggal dunia.
“Ini sangat miris sekali bahwa nyawa satu ekor ayam sama dengan nyawa manusia dan kasus-kasus seperti ini banyak sekali terjadi di daerah lainnya,” tuntasnya.



