FIFA Resmi Jual Cincin Juara Piala Dunia 2026 untuk Publik, Jadi Incaran Kolektor Tajir Dunia
JAKARTA, HOLOPIS.COM – FIFA resmi menjual cincin juara Piala Dunia 2026 kepada publik. Edisi terbatas ini langsung menjadi buruan kolektor tajir dari berbagai negara.
FIFA kembali membuat gebrakan menjelang berakhirnya Piala Dunia 2026.
Kali ini, badan sepak bola dunia itu resmi menjual cincin juara Piala Dunia 2026 kepada publik dengan harga fantastis, yakni 12.000 dolar AS atau sekitar Rp215 juta per buah.
Tak heran jika koleksi superlangka ini langsung disebut-sebut bakal menjadi buruan para kolektor kelas kakap dan penggemar sepak bola yang rela merogoh kocek dalam.
Berbeda dengan merchandise Piala Dunia pada umumnya, cincin ini bukan sekadar aksesori biasa.
FIFA memproduksinya dalam jumlah yang sangat terbatas, hanya 2.026 unit di seluruh dunia sebagai penanda tahun penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Yang membuatnya semakin eksklusif, hanya 30 cincin yang akan diberikan kepada tim yang berhasil menjadi juara dunia.
Sisanya, sebanyak 1.996 cincin, dipasarkan kepada masyarakat melalui penjualan resmi FIFA.
Produksi yang terbatas membuat cincin ini diprediksi akan menjadi salah satu barang koleksi paling bergengsi dalam sejarah Piala Dunia.
Bahkan, banyak pengamat menilai nilainya bisa terus meningkat seiring waktu karena statusnya sebagai edisi perdana dan jumlahnya yang sangat sedikit.
Tak hanya langka, material yang digunakan pun tergolong mewah.
Cincin juara Piala Dunia 2026 dibuat dari emas kuning 18 karat, kemudian dipercantik dengan 89 berlian serta 36 batu safir yang menghiasi berbagai sisi cincin.
Setiap cincin juga memiliki nomor seri khusus dan disertai sertifikat keaslian, sehingga keasliannya dapat dipastikan sebagai produk resmi berlisensi FIFA.
Dari sisi desain, FIFA menghadirkan sentuhan yang sarat makna.
Pada satu sisi cincin terpampang trofi Piala Dunia yang menjadi simbol kejayaan sepak bola dunia.
Sementara sisi lainnya akan diberi desain khusus yang menyesuaikan identitas negara yang nantinya keluar sebagai juara Piala Dunia 2026.
Bagi para pemain dan staf pelatih tim juara, FIFA akan membuat cincin dengan ukuran yang disesuaikan secara personal.
Kapten tim dan pelatih kepala akan menerima cincin simbolis seusai laga final, sedangkan versi final yang telah disesuaikan akan diserahkan setelah proses produksi selesai.
Kehadiran cincin juara ini menjadi sejarah baru dalam kompetisi FIFA.
Selama puluhan tahun, tim juara Piala Dunia hanya identik dengan trofi Jules Rimet maupun trofi FIFA World Cup serta medali emas.
Kini, FIFA menghadirkan tradisi baru yang selama ini lebih identik dengan liga olahraga profesional Amerika Utara.
Di kompetisi seperti NBA, NFL, MLB hingga NHL, cincin juara merupakan simbol prestise tertinggi yang nilainya bahkan bisa mencapai ratusan ribu dolar di pasar lelang.
Tradisi itulah yang kini mulai diadopsi FIFA untuk ajang sepak bola terbesar di dunia.
Tak sedikit penggemar yang meyakini cincin ini bakal menjadi investasi bernilai tinggi.
Selain diproduksi dalam jumlah terbatas, statusnya sebagai cincin juara Piala Dunia pertama dalam sejarah FIFA diperkirakan akan membuat harganya terus meroket di pasar koleksi dalam beberapa tahun mendatang.
Di media sosial, kabar penjualan cincin tersebut juga langsung menyita perhatian.
Banyak warganet mengaku terpukau dengan desain mewahnya, meski tak sedikit pula yang dibuat geleng kepala melihat banderol harganya yang setara sebuah mobil baru.
Piala Dunia 2026 sendiri menjadi edisi paling besar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 negara peserta dan digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Skala turnamen yang semakin besar membuat berbagai merchandise resminya diprediksi memiliki nilai koleksi yang jauh lebih tinggi dibanding edisi-edisi sebelumnya.
Dengan harga mencapai sekitar Rp215 juta, material premium, serta jumlah produksi yang hanya 2.026 unit di seluruh dunia, cincin juara Piala Dunia 2026 dipastikan bukan sekadar aksesori.
Bagi kolektor, cincin ini merupakan simbol prestise, sejarah, sekaligus aset eksklusif yang diyakini akan semakin bernilai seiring berjalannya waktu.
Editor : Muhammad Ibnu Idris