TNI Buka Suara soal Latsarmil Calon Manajer Kopdes, Begini Pembagian Materinya
HOLOPIS.COM, JAKARTA – TNI buka suara soal Latsarmil calon manajer Kopdes Merah Putih yang ramai disorot publik. Simak penjelasan resmi mengenai tujuan dan materi pelatihannya.
TNI akhirnya menjelaskan secara rinci pola pelatihan yang akan dijalani para calon manajer Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
Program tersebut terdiri atas dua tahapan utama, yakni latihan dasar militer (latsarmil) selama 30 hari yang dilanjutkan dengan pembekalan materi manajerial selama 15 hari.
Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir, Letkol (Mar) Agus Mutaqin, mengatakan materi manajerial nantinya akan diisi oleh narasumber dari Kementerian Koperasi maupun instansi terkait, termasuk Dinas Pertanian.
"Materi dari Dinas Pertanian atau dari Kementerian Koperasi akan mengakomodir selama dua minggu. Ada materi manajerial yang diberikan oleh narasumber sipil yang memang berkualitas dan memiliki kapabilitas," ujar Agus di Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan.
Menurut Agus, sebelum memasuki materi pengelolaan koperasi, seluruh peserta terlebih dahulu wajib mengikuti latihan dasar militer selama satu bulan.
Dalam fase ini mereka dibekali berbagai materi dasar, salah satunya peraturan baris-berbaris (PBB).
Ia menjelaskan, latihan tersebut bukan semata-mata untuk membentuk kemampuan fisik, melainkan menanamkan kekompakan, disiplin, serta solidaritas antarpeserta yang nantinya akan bekerja mengelola koperasi di berbagai daerah.
"Dengan PBB mereka melatih kekompakan, kebersamaan, dan solidaritas antarteman," katanya.
Selain latihan kedisiplinan, peserta juga akan memperoleh materi dasar menembak pada pekan ketiga pelaksanaan latsarmil.
Agus menegaskan kemampuan tersebut hanya menjadi bagian dari pembekalan dasar kemiliteran.
"Jadi mereka punya dasar-dasar militer yang sekiranya bisa menjadi bekal dalam menuju penugasan berikutnya," ujarnya.
Agus menepis anggapan bahwa pelatihan militer bertujuan membentuk calon manajer menjadi personel militer.
Menurutnya, fokus utama program adalah membangun karakter yang berlandaskan integritas, loyalitas, kedisiplinan, empati, dan moral yang baik agar dapat diterapkan saat mengelola Kopdes Merah Putih.
"Supaya dengan dasar-dasar moral yang kita bangun ini, integritas, loyalitas, kedisiplinan, kekompakan, empati, mereka akan terbawa saat nanti di penugasan baru," jelasnya.
Program pelatihan tersebut merupakan bagian dari persiapan pemerintah sebelum para peserta ditempatkan sebagai pengelola Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih maupun Kampung Nelayan Merah Putih.
Sebelumnya, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengungkapkan sebanyak 35.476 orang dijadwalkan mengikuti program tersebut.
Rinciannya, sekitar 30.000 calon pengelola Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih serta 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.
Menurut Rico, pelatihan tidak hanya berisi latihan dasar militer, tetapi juga dipadukan dengan materi manajerial dan kompetensi sesuai bidang pengelolaan koperasi maupun kampung nelayan.
Pelaksanaan program akan digelar secara serentak di 67 satuan pendidikan (Satdik) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintah berharap kombinasi pembinaan karakter melalui latsarmil dan penguatan kompetensi manajerial mampu mencetak pengelola koperasi yang disiplin, berintegritas, serta memiliki kemampuan mengembangkan usaha ekonomi masyarakat desa.
Editor : Ronalds Petrus Gerson