­Link Video Viral Gek Diah 11 Menit 38 Detik Ramai Diburu, Selebgram Bali Akui Sosok di Rekaman Memang Dirinya

­JAKARTA, Holopis.com – Link video viral Gek Diah 11 menit 38 detik ramai diburu. Selebgram Bali itu mengakui sosok dalam rekaman viral memang dirinya.

Nama selebgram Bali Gek Diah mendadak jadi pusat perhatian publik usai video berdurasi 11 menit 38 detik ramai diburu warganet di media sosial.

Kata kunci “link video viral Gek Diah 11 menit 38 detik” bahkan terus berseliweran di TikTok, X, Facebook, hingga Telegram sejak beberapa hari terakhir.

Ramainya pencarian video tersebut membuat nama Gek Diah ikut terseret dalam pusaran isu panas di jagat maya.

Tak sedikit warganet yang penasaran dan memburu tautan video yang disebut-sebut menampilkan sosok selebgram asal Bali itu.

Di tengah spekulasi yang kian liar, Gek Diah akhirnya buka suara.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, selebgram yang namanya tengah jadi perbincangan itu menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada publik.

Yang mengejutkan, dalam klarifikasinya Gek Diah mengakui bahwa sosok perempuan di video yang viral memang dirinya.

Pengakuan itu sontak membuat perbincangan di media sosial makin memanas, apalagi sebelumnya beredar beragam narasi liar soal isi video tersebut.

Meski mengakui sosok dalam rekaman itu adalah dirinya, Gek Diah membantah kabar yang menyebut video tersebut melibatkan orang lain.

Ia menegaskan bahwa rekaman yang kini ramai beredar hanya menampilkan dirinya seorang diri, bukan seperti isu yang berkembang di berbagai akun anonim.

“Video itu hanya saya sendiri,” demikian inti klarifikasi yang disampaikan Gek Diah dalam unggahan media sosialnya.

Tak hanya memberi pengakuan, Gek Diah juga mengaku menyesali kegaduhan yang muncul setelah video itu ramai dibicarakan.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena namanya kini menjadi sorotan negatif di internet.

Dalam pernyataannya, Gek Diah turut meminta warganet berhenti menyebarkan video tersebut.

Ia melarang siapa pun untuk mengunduh, membagikan ulang, hingga memperjualbelikan konten yang kini telanjur viral di berbagai platform digital.

Sebelumnya, isu soal video viral Gek Diah mulai mencuat sejak akhir pekan lalu.

Sejumlah akun di media sosial mengunggah narasi soal adanya video pribadi yang diduga milik sang selebgram.

Dari situlah pencarian link video viral Gek Diah terus meningkat dan menjadikan topik ini salah satu perbincangan hangat di internet.

Bahkan, sempat beredar klaim liar yang menyebut ada beberapa versi potongan video berbeda.

Namun hingga kini, klaim tersebut belum pernah dibuktikan secara valid dan diduga hanya dipakai untuk memancing rasa penasaran publik.

Di sisi lain, ramainya pencarian video viral ini juga memunculkan ancaman lain yang tak kalah serius, yakni jebakan link palsu.

Banyak tautan dengan embel-embel “full video”, “versi lengkap”, atau “11 menit 38 detik” diduga sengaja disebar oleh akun-akun tak dikenal demi meraup klik dari netizen.

Padahal, tautan semacam itu bisa saja berbahaya.

Pengguna internet yang asal klik berisiko diarahkan ke situs mencurigakan, terkena pencurian data, hingga terpapar malware.

Karena itu, publik diimbau untuk tidak sembarangan membuka link yang beredar tanpa sumber jelas.

Selain risiko keamanan digital, penyebaran ulang video pribadi juga berpotensi menimbulkan masalah hukum.

Distribusi konten bermuatan sensitif tanpa izin dapat dikaitkan dengan pelanggaran privasi dan aturan hukum yang berlaku, termasuk ketentuan dalam UU ITE.

Kasus yang menyeret nama Gek Diah ini pun kembali jadi pengingat keras soal dampak viralitas di media sosial.

Bukan hanya menyangkut reputasi seseorang, tetapi juga membuka celah penyalahgunaan konten, jebakan siber, hingga persoalan hukum bagi pihak yang ikut menyebarluaskan.

Sampai saat ini, topik video viral Gek Diah 11 menit 38 detik masih terus jadi bahan perbincangan warganet.

Namun lewat klarifikasi yang telah disampaikan, Gek Diah menegaskan satu hal penting, sosok di video itu memang dirinya, sekaligus meminta publik untuk berhenti menyebarkan konten tersebut.

Oleh : Gesha Yuliani Nattasya
Editor : Muhammad Ibnu Idris
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.