FAM UBK Kecam Tuduhan Dana Rp300 Juta Gibran ke Mahasiswa : Buktikan !

JAKARTA – Forum Alumni Muda Universitas Bung Karno (FAM UBK) menyampaikan keprihatinan atas polemik yang berkembang pasca aksi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK). Organisasi alumni tersebut menyoroti berbagai narasi yang beredar di ruang publik, termasuk tuduhan yang mengaitkan aksi mahasiswa dengan kepentingan politik tertentu.

FAM UBK secara khusus menyoroti munculnya isu mengenai dugaan aliran dana sebesar Rp300 juta yang dikaitkan dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Menurut mereka, tuduhan tersebut tidak disertai bukti yang dapat diverifikasi.

Koordinator Nasional FAM UBK, Romario Simbolon, menegaskan bahwa penyebaran informasi yang belum terverifikasi berpotensi merusak kualitas demokrasi dan mencederai marwah gerakan mahasiswa sebagai gerakan intelektual yang independen.

"Gerakan mahasiswa harus tetap dijaga sebagai ruang intelektual yang independen, tidak mudah dipolitisasi, dan tidak dijadikan objek tarik-menarik kepentingan politik oleh elit partai politik," ujar Romario dalam pernyataan sikap yang diterima media, Kamis (25/6/2026).

Menurut FAM UBK, integritas gerakan mahasiswa hanya dapat dipertahankan apabila diskursus yang berkembang tetap berada dalam koridor akademik, berbasis data, serta menjunjung tinggi etika publik. Karena itu, mereka meminta seluruh pihak untuk menempatkan respons terhadap berbagai isu secara proporsional dan tidak menjadikan informasi yang belum terverifikasi sebagai alat pembentukan opini politik.

Dalam pernyataan sikapnya, FAM UBK mengutuk segala bentuk fitnah, hoaks, dan disinformasi terkait tuduhan adanya aliran dana Rp300 juta kepada Gibran tanpa bukti yang sah dan terverifikasi.

Mereka juga meminta pihak-pihak yang melontarkan tuduhan tersebut untuk membuktikan klaimnya melalui jalur hukum dan mekanisme yang berlaku apabila memang memiliki data yang valid.

"Apabila tuduhan tersebut tidak dapat dibuktikan, maka sudah sepatutnya dilakukan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka demi menjaga etika demokrasi dan integritas ruang publik," tegasnya.

Selain itu, FAM UBK juga meminta elit Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menghentikan tuduhan bahwa gerakan mahasiswa ditunggangi oleh Wakil Presiden Gibran tanpa dasar bukti yang kuat dan terverifikasi.

Di sisi lain, organisasi tersebut mengajak seluruh mahasiswa Universitas Bung Karno maupun mahasiswa di seluruh Indonesia untuk tetap kritis terhadap berbagai kebijakan publik. Namun demikian, sikap kritis tersebut harus tetap dijalankan dengan menjaga integritas intelektual, etika ilmiah, dan prinsip-prinsip demokrasi yang sehat.

FAM UBK juga mendorong aparat penegak hukum untuk memastikan ruang publik tetap kondusif dari penyebaran informasi yang tidak akurat dan berpotensi menyesatkan opini masyarakat.

"Mari menjaga gerakan mahasiswa sebagai kekuatan moral bangsa yang berdiri di atas fondasi kebenaran, ilmu pengetahuan, dan tanggung jawab sosial," demikian pernyataan FAM UBK yang ditandatangani Koordinator Nasional Romario Simbolon dan Juru Bicara FAM UBK, Fadli.

Oleh : Muhammad Ibnu Idris
Editor : Muhammad Ibnu Idris
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.