Bisnis Haram Berkedok Live Streaming, Tubuh Cewek-Cewek Diduga Dijadikan Mesin Uang

5 Shares

JAKARTA, Holopis.com – Sisi gelap dunia live streaming mulai terkuak. Perempuan diduga dieksploitasi demi gift dan koin yang menghasilkan cuan fantastis.

Fenomena aplikasi live streaming di Indonesia mulai memunculkan sisi gelap yang bikin publik geleng kepala.

Sejumlah platform yang awalnya dikenal sebagai tempat hiburan dan interaksi daring kini diduga berubah menjadi ladang cuan lewat praktik eksploitasi seksual digital.

Salah satu aplikasi yang ramai disorot adalah Bling2.

Di media sosial, beredar banyak laporan mengenai siaran langsung yang mengarah pada konten dewasa demi memburu gift dan koin dari para penonton.

Skemanya terbilang sederhana. Penonton melakukan top up melalui QRIS maupun dompet digital, lalu menukarkan koin tersebut menjadi gift untuk diberikan kepada host yang sedang live.

- Advertisement -

Semakin banyak gift yang mengalir, semakin besar pula uang yang masuk ke kantong kreator maupun agensi yang berada di belakang mereka.

Yang mengkhawatirkan, fenomena ini disebut tak lagi hanya terjadi di kota-kota besar.

Praktik serupa diduga mulai merambah berbagai daerah.

Bahkan, sebagian pelaku disebut berasal dari kalangan mahasiswi hingga ibu rumah tangga yang tergiur janji penghasilan cepat tanpa harus keluar rumah.

Di balik layar, muncul dugaan adanya jaringan agensi yang bekerja secara terorganisir.

Para host disebut diberi target pendapatan harian, lengkap dengan sistem pembagian komisi yang menyerupai manajemen talent profesional.

Tak hanya itu, sejumlah laporan menyebut para host juga mendapatkan fasilitas penunjang siaran, mulai dari tempat tinggal, kamera, pencahayaan, hingga pendampingan selama melakukan live streaming.

Target gift yang dibebankan pun disebut tidak main-main.

Nilainya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah per hari. Dari hasil tersebut, agensi kemudian mengambil potongan dengan persentase tertentu.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran baru.

Tubuh perempuan diduga tak lagi sekadar menjadi daya tarik hiburan, tetapi berpotensi dijadikan komoditas untuk menghasilkan uang di era digital.

Pengamat media digital menilai fenomena tersebut menjadi bukti bahwa perkembangan teknologi bisa disalahgunakan untuk aktivitas yang bertentangan dengan norma sosial maupun aturan yang berlaku di platform digital.

Selain memunculkan persoalan moral dan sosial, praktik semacam ini juga menyisakan ancaman lain, mulai dari eksploitasi ekonomi, penyalahgunaan data pribadi, hingga risiko keamanan bagi para pengguna.

Sejumlah kalangan mendesak agar pengawasan terhadap platform digital diperketat.

Pemerintah dan aparat penegak hukum dinilai menghadapi tantangan besar karena praktik seperti ini bergerak cepat, mudah berganti platform, dan sulit dilacak.

Masyarakat pun diingatkan agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming penghasilan instan yang ditawarkan di dunia maya.

Di balik gemerlap gift dan cuan yang mengalir, tersimpan berbagai risiko yang dapat merugikan banyak pihak.

Viralnya isu “Bisnis Haram Berkedok Live Streaming, Tubuh Cewek-Cewek Diduga Dijadikan Mesin Uang” menjadi alarm keras bahwa perkembangan teknologi digital tidak selalu diiringi dengan pengawasan yang memadai.

Jika dibiarkan, ruang digital dikhawatirkan justru berubah menjadi ladang eksploitasi baru yang mengorbankan perempuan demi mengejar keuntungan semata.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU