HOLOPIS.COM, JAKARTA – Joan Mir harus menelan kekecewaan besar usai MotoGP Catalunya 2026. Pembalap Honda HRC Castrol itu batal meraih posisi runner-up setelah terkena penalti 16 detik akibat pelanggaran aturan tekanan ban.
Dalam balapan yang berlangsung di Circuit de Barcelona-Catalunya, Minggu (17/5/2026) malam WIB, Mir sebenarnya tampil luar biasa. Juara dunia MotoGP 2020 tersebut berhasil finis di posisi kedua di belakang Fabio Di Giannantonio.
Balapan sendiri berlangsung penuh drama karena sempat dihentikan dua kali akibat red flag. Meski begitu, Mir mampu menjaga konsistensi dan menahan tekanan dari para rival hingga garis finis.
Namun, hasil apik tersebut akhirnya berubah total setelah pemeriksaan teknis pasca-balapan dilakukan oleh pihak MotoGP.
MotoGP mengumumkan bahwa tekanan ban motor Joan Mir berada di bawah batas minimum yang telah ditentukan regulasi. Karena melanggar aturan teknis tersebut, pembalap asal Spanyol itu dijatuhi hukuman penalti waktu 16 detik.
Aturan tekanan ban di MotoGP memang sangat ketat. Setiap motor wajib menjaga tekanan ban minimum selama persentase tertentu dalam balapan demi alasan keselamatan dan performa.
Akibat penalti tersebut, posisi Joan Mir langsung merosot drastis dari urutan kedua ke posisi ke-13.
Situasi ini otomatis mengubah susunan podium MotoGP Catalunya 2026. Fermin Aldeguer yang awalnya finis ketiga naik menjadi runner-up, sementara Francesco Bagnaia mendapatkan posisi ketiga.
Bagnaia sebelumnya juga mendapat keuntungan setelah Ai Ogura dijatuhi penalti tiga detik. Pembalap Trackhouse Aprilia itu dianggap menyebabkan insiden yang membuat Pedro Acosta terjatuh di tikungan terakhir.
Tak hanya Joan Mir, beberapa pembalap lain juga terkena hukuman akibat pelanggaran tekanan ban. Mereka adalah Raul Fernandez, Toprak Razgatlioglu, Jack Miller, dan Alex Rins.
MotoGP Catalunya 2026 pun menjadi salah satu balapan paling dramatis musim ini, bukan hanya karena banyaknya kecelakaan dan red flag, tetapi juga hujan penalti yang mengubah hasil akhir balapan setelah race selesai.

