HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Iran dikabarkan menolak usulan Amerika Serikat (AS) untuk melakukan gencatan senjata selama 48 jam.
Dalam laporan kantor berita semiresmi Fars pada Jumat (3/4), proposal tersebut disampaikan kepada pihak Iran melalui negara “sahabat” pada Kamis (2/4).
Dari informasi yang beredar, Washington telah meningkatkan upaya diplomatiknya untuk mengamankan gencatan senjata, khususnya setelah serangan Iran menyasar depot pasukan militer AS di Pulau Bubiyan, Kuwait.
Proposal tersebut dikabarkan sengaja diajukan menyusul meningkatnya krisis di kawasan itu dan masalah serius bagi pasukan AS yang disebabkan oleh kesalahan perhitungan AS mengenai kemampuan militer Iran.
Dalam laporan itu menambahkan bahwa respons Iran terhadap usulan AS tersebut tidak diberikan secara tertulis, tetapi melalui kelanjutan serangan di medan perang.
Pada 28 Februari, Israel dan AS memulai serangan gabungan ke Teheran dan beberapa kota lainnya di Iran, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.
Iran merespons dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan aset-aset AS di Timur Tengah.


