HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyoroti dampak kenaikan harga minyak mentah dunia yang dipicu gejolak geopolitik di Timur Tengah. Dalam arahannya kepada jajaran kabinet, Prabowo memaparkan berbagai langkah yang ditempuh sejumlah negara untuk merespons krisis energi, mulai dari penghematan bahan bakar hingga pemangkasan gaji pejabat.
Lonjakan harga minyak terjadi di tengah memanasnya konflik antara Iran dan koalisi Amerika Serikat serta Israel, yang membuat harga minyak dunia menembus kisaran USD100 per barel. Situasi semakin diperparah setelah Iran menutup Selat Hormuz bagi sebagian besar negara, kecuali beberapa mitra seperti China dan Rusia.
Menurut Prabowo, kondisi tersebut berpotensi memicu dampak berantai terhadap perekonomian nasional, termasuk kenaikan harga pangan. Karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah antisipatif sejak dini.
“Tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita,” katanya, dikutip Holopis.com, Sabtu (14/3/2026).
Sebagai bahan pembelajaran, Prabowo memaparkan sejumlah kebijakan penghematan energi yang telah diterapkan oleh berbagai negara. Di kawasan Asia Tenggara, Thailand dan Vietnam mendorong sebagian pegawai bekerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk mengurangi mobilitas dan konsumsi bahan bakar.
Sementara itu, Filipina menerapkan sistem kerja empat hari dalam sepekan di sejumlah kantor pemerintah, sekaligus membatasi perjalanan dinas dan berbagai aktivitas pemerintahan guna menekan penggunaan energi.
Prabowo juga menyinggung langkah penghematan yang diterapkan oleh Pakistan, yang dinilainya cukup ketat. Negara tersebut memberlakukan kebijakan mirip dengan masa pandemi COVID-19, di mana sekitar 50 persen pegawai pemerintah dan swasta bekerja dari rumah serta jam kerja dipersingkat menjadi empat hari dalam seminggu.
“Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR, dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah,” kata Prabowo.
Selain itu, Pakistan juga memangkas jatah BBM bagi kementerian serta mewajibkan sekitar 60 persen kendaraan dinas tidak digunakan setiap hari.
“Kemudian mereka menghentikan semua belanja AC, belanja kendaraan, belanja mebel, dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan,” katanya.
Langkah lain yang diterapkan meliputi pengurangan kunjungan kerja, pembatasan penggunaan anggaran negara untuk kegiatan seremonial, hingga penerapan pembelajaran daring di perguruan tinggi.
Meski demikian, Prabowo menegaskan berbagai langkah tersebut masih sebatas contoh yang dapat dipelajari oleh pemerintah Indonesia sebelum memutuskan kebijakan yang tepat bagi kondisi nasional.
“Saya kira kita harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan, saya percaya 2-3 tahun kita akan sangat kuat tapi kita harus hemat konsumsi (BBM). Dengan demikian kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa defisit kita tidak tambah. Bahkan cita-cita saya kalau bisa kita tidak punya defisit,” ujarnya.
Pemerintah berharap langkah antisipatif dalam pengelolaan energi dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.


