HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengungkapkan bahwa sedikitnya 25 ribu buruh dilaporkan belum menerima tunjangan hari raya (THR) menjelang Lebaran 2026.
Jumlah tersebut diperoleh dari laporan yang masuk ke Posko Orange milik Partai Buruh dan KSPI yang menampung aduan pekerja dari berbagai daerah.
“Dari laporan yang diterima oleh Posko Orange Partai Buruh dan KSPI, lebih dari 25 ribu buruh tidak menerima THR. Jadi ada 25 ribu buruh yang tidak menerima THR. Tentu kami akan verifikasi terhadap data ini, laporan dari bawah,” kata Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, dikutip Holopis.com, Jumat (13/3/2026).
Ia menegaskan bahwa laporan tersebut masih bersifat sementara dan akan diverifikasi lebih lanjut untuk memastikan validitas data serta kondisi para pekerja yang melapor.
Dalam laporannya, sejumlah perusahaan disebut belum memenuhi kewajiban pembayaran THR kepada pekerjanya. Beberapa di antaranya adalah PT Wiska di Bandung yang bahkan dilaporkan belum membayar upah pekerja selama tiga bulan terakhir.
Selain itu, terdapat pula laporan terkait PT Istana Baladewa di Bandung, PT Namasindo di Kabupaten Bandung Barat, serta PT Sinarup di Bogor.
Kasus dengan jumlah pekerja terbesar disebut terjadi di PT Ricky Sportindo di kawasan Citereup, Bogor. Perusahaan yang dikenal sebagai produsen pakaian olahraga berorientasi ekspor itu dilaporkan memiliki sekitar dua ribu pekerja yang belum menerima THR maupun gaji.
“Dan yang paling besar ini, di Bogor juga, di Citrep, yaitu PT Ricky Sportindo. Ricky Sportindo itu ada dua ribuan itu. Ya, dua ribuan karyawan tidak dibayar THR, tidak dibayar upah,” sebut Said Iqbal.
Kondisi tersebut bahkan disebut telah memicu aksi pekerja yang menguasai area pabrik sebagai bentuk protes terhadap manajemen perusahaan.
Selain itu, Said Iqbal juga menyinggung kasus lain yang terjadi di PT Amos Indah Indonesia yang berlokasi di kawasan KBN Cakung, Jakarta. Ia menyebut praktik penghentian produksi menjelang hari raya sebagai modus yang berulang terjadi setiap tahun.
“Dan ini sudah berlangsung dari tahun ke tahun. Modusnya sama. Amos Indah Indonesia, tiba-tiba produksi di-stop, hubungan kerja diputus. Di Amos Indah Indonesia di Cakung, nggak usah jauh-jauh. Ricky Sportindo juga begitu. Menjelang hari raya, dihentikan, diputus, disuruh dirumahkan dulu. Padahal kontrak kerjanya masih ada,” jelas dia.
Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Partai Buruh dan KSPI berencana menggelar aksi protes menjelang Lebaran. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada H-2 Lebaran di sejumlah lokasi.
Menurut Said Iqbal, aksi bisa dilakukan di kawasan pabrik yang bermasalah maupun di kantor Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
“Kami akan melakukan aksi di lokasi-lokasi pabrik atau bisa juga aksi di Kemenaker, nanti H-2 untuk menuntut jangan retorika dan berbohong. Itu yang paling kita menyakitkan sekali. H-2, kita akan aksi dan memastikan perusahaan-perusahaan tersebut harus membayar THR,” tutupnya.



