HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pabrikan otomotif asal China, Changan Auto, memperkenalkan platform hybrid generasi terbaru bernama Blue Core Super Engine. Teknologi ini dikembangkan untuk menyasar pasar global yang masih didominasi kendaraan bermesin pembakaran internal.
Dilansir Holopis.com dari CarNewChina pada Kamis (12/3/2026) waktu setempat, perusahaan milik negara China tersebut menginvestasikan sekitar 2 miliar yuan atau setara Rp4,9 triliun untuk membangun laboratorium khusus guna mengembangkan arsitektur mesin baru tersebut.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Changan dalam memperkuat teknologi hybrid di tengah persaingan ketat industri otomotif global.
Platform Blue Core Super Engine diklaim memiliki efisiensi bahan bakar yang sangat tinggi. Changan menargetkan konsumsi bahan bakar hanya 2,98 liter per 100 kilometer dalam penggunaan di area perkotaan.
Angka tersebut tergolong sangat irit untuk kendaraan hybrid, terutama dalam kondisi lalu lintas padat yang sering terjadi di kota besar.
Pengembangan teknologi ini bukan proses singkat. Changan menyebut platform tersebut merupakan hasil riset selama enam tahun, melibatkan sekitar 1.000 insinyur serta menghasilkan 163 terobosan teknologi di bidang perangkat keras dan perangkat lunak powertrain.
Secara teknis, Blue Core Super Engine mengusung pendekatan terpadu “minyak dan listrik”, di mana motor listrik menjadi penggerak utama sementara mesin bensin berfungsi sebagai pendukung untuk efisiensi energi.
Dengan strategi ini, kendaraan dapat menghasilkan torsi instan yang tinggi, sekaligus menjaga konsumsi bahan bakar tetap rendah.
Selain efisien, sistem ini juga dirancang memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman. Changan menyetel powertrain agar menghasilkan tingkat kebisingan lebih rendah, sehingga sensasi berkendaranya disebut mendekati mobil listrik murni.
Untuk memastikan keandalannya, Changan melakukan uji ketahanan ekstrem. Sistem ini telah menjalani pengujian jalan sejauh 2 juta kilometer di berbagai kondisi global, termasuk 70 jenis permukaan jalan yang berbeda.
Teknologi ini juga merupakan evolusi dari seri mesin Blue Core yang pertama kali diperkenalkan Changan pada 2012, serta memanfaatkan sistem injeksi tekanan ultra-tinggi 500 bar yang diluncurkan pada 2024.
Meski begitu, pasar hybrid saat ini sudah sangat kompetitif. Blue Core Super Engine akan bersaing dengan teknologi lain seperti DM-i 5.0 milik BYD dan NordThor (Leishen) EM-i dari Geely, yang diklaim mampu mencapai konsumsi bahan bakar hingga 2,62 liter per 100 km.
Di sisi lain, Changan juga mengembangkan sistem transmisi hybrid dan elektronik daya secara internal. Strategi ini diyakini dapat mengurangi ketergantungan pada pemasok pihak ketiga, termasuk perusahaan Jepang Aisin yang dikenal memproduksi gearbox berteknologi tinggi.
Dengan langkah ini, Changan berharap dapat memperkuat posisinya di pasar kendaraan hybrid global yang terus berkembang pesat.


