MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak --:--
Subuh --:--
Dzuhur --:--
Ashar --:--
Maghrib --:--
Isya --:--

Menlu Iran Tegaskan Tak Minta Gencatan Senjata dengan AS dan Israel

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan bahwa negaranya tidak meminta gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS) maupun Israel di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi dalam wawancara dengan saluran televisi AS, NBC News, yang ditayangkan pada Kamis (5/3).

- Advertisement -

“Kami tidak meminta gencatan senjata, dan kami tidak melihat adanya alasan mengapa kami harus bernegosiasi dengan AS karena kami telah bernegosiasi dengan mereka dua kali, dan setiap kali, mereka menyerang kami di tengah proses negosiasi tersebut,” dikutip Holopis.com, Kamis (5/3).

Araghchi juga menanggapi kemungkinan adanya invasi darat yang dilakukan Amerika Serikat ke wilayah Iran. Ia menyatakan bahwa negaranya siap menghadapi skenario tersebut.

- Advertisement -

“Kami menunggu mereka karena kami yakin dapat menghadapi mereka, dan hal itu akan menjadi bencana besar bagi mereka,” kata Araghchi.

Ia menambahkan bahwa Iran telah mempersiapkan diri untuk menghadapi konflik yang sedang berlangsung serta berbagai kemungkinan yang dapat terjadi, termasuk serangan darat. Menurutnya, angkatan bersenjata Iran telah berada dalam kondisi siap untuk menghadapi berbagai skenario.

Sementara itu, Iran juga mengklaim bahwa Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menargetkan kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, menggunakan drone di Teluk Oman.

Menurut pernyataan Markas Besar Khatam al-Anbiya yang disampaikan kepada stasiun televisi pemerintah IRIB TV, serangan tersebut terjadi sekitar 340 kilometer dari perairan teritorial Iran di kawasan Teluk Oman.

Pihak Iran menyebut setelah insiden tersebut kapal induk USS Abraham Lincoln bersama kapal perusaknya bergerak menjauh dari lokasi. Saat ini kapal-kapal tersebut disebut berada lebih dari 1.000 kilometer dari kawasan tersebut.

Perkembangan ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran serta sejumlah kota lain di Iran pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat.

Sebagai informasi, serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, sejumlah anggota keluarganya, para komandan militer senior Iran, serta warga sipil. Iran kemudian merespons melalui beberapa gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru