MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak --:--
Subuh --:--
Dzuhur --:--
Ashar --:--
Maghrib --:--
Isya --:--

9 Penyebab Kolesterol dan Gula Darah Naik Saat Puasa

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Puasa saat bulan Ramadan biasanya dikaitkan dengan pola makan yang lebih teratur dan kesempatan tubuh untuk beristirahat. Namun, ternyata beberapa orang justru mengalami kadar kolesterol dan gula darah meningkat saat berpuasa kondisi yang bisa mengganggu kesehatan jika tidak diperhatikan.

Kondisi ini seringkali bukan karena faktor penyakit secara langsung, tetapi lebih dipengaruhi oleh perubahan pola hidup dan kebiasaan saat sahur maupun berbuka. Berikut adalah sembilan penyebab yang paling sering terkait dengan kenaikan kolesterol dan gula darah selama puasa, dikutip Holopis.com dari Alodokter Kementerian Kesehatan RI.

- Advertisement -

1. Pola Makan Tinggi Gula dan Lemak

Makanan atau minuman tinggi gula seperti kolak, sirup, teh manis, dan makanan berlemak seperti gorengan atau santan dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan meningkatnya kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Gula sederhana mudah diserap, sedangkan lemak jenuh cenderung tertimbun dalam darah jika dikonsumsi berlebihan.

2. Porsi Makan Berlebihan Setelah Berpuasa

Tubuh yang telah berpuasa seharian cenderung ingin balas dendam saat buka puasa, sehingga makan dalam jumlah besar sekaligus bisa terjadi. Konsumsi berlebihan itu membuat gula darah naik cepat ketika glukosa masuk ke aliran darah, serta lemak yang ditambahkan sekaligus juga dapat meningkatkan kolesterol.

- Advertisement -

3. Kurang Asupan Serat

Serat penting untuk membantu memperlambat penyerapan gula dalam darah dan membantu mengikat kolesterol agar dibuang melalui saluran pencernaan. Ketika menu sahur atau buka minim sayur, buah, dan biji-bijian utuh, gula darah lebih mudah melesat naik, dan kolesterol jahat lebih mudah tertinggal di tubuh.

4. Kurang Aktivitas Fisik

Saat puasa, banyak orang lebih memilih istirahat atau mengurangi aktivitas fisik karena takut cepat lelah atau haus. Namun, aktivitas yang minim membuat tubuh kurang membakar glukosa dan lemak, sehingga keduanya dapat menumpuk di darah dan memicu naiknya kolesterol sekaligus gula darah.

5. Peningkatan Produksi Gula di Hati

Saat lapar dan tubuh tidak mendapat asupan karbohidrat, hati akan memproduksi gula dari protein dan lemak melalui proses yang disebut glukoneogenesis. Jika asupan nutrisi saat sahur dan berbuka tidak seimbang, atau jika ada gangguan metabolik seperti diabetes, produksi gula ini bisa berlebihan.

6. Kurang Tidur dan Perubahan Jam Istirahat

Perubahan jadwal tidur saat Ramadan seperti tidur lebih larut karena ibadah tarawih dan bangun lebih pagi untuk sahur dapat memengaruhi hormon yang mengatur gula darah dan metabolisme lemak, seperti insulin dan kortisol. Ketidakseimbangan hormon ini dapat menimbulkan lonjakan gula darah dan kolesterol.

7. Stres Selama Puasa

Stres fisik ataupun emosional misalnya karena tuntutan pekerjaan, rutinitas rumah tangga, atau perubahan kebiasaan dapat memicu pelepasan hormon kortisol. Hormon ini berkontribusi pada peningkatan gula darah dan mempengaruhi metabolisme lemak, sehingga kolesterol juga dapat naik lebih mudah.

8. Melewatkan Sahur atau Menu Sahur Tidak Seimbang

Tidak sahur atau makan sahur yang hanya mengandung karbohidrat sederhana tanpa protein, lemak sehat, atau serat dapat membuat tubuh lebih lapar saat berbuka. Hal ini cenderung memicu makan berlebihan dan ketidakseimbangan gula darah, serta masalah metabolisme lemak yang membantu naiknya kolesterol.

9. Kurang Minum Air Putih

Puasa membatasi jam minum, sehingga jika kebutuhan cairan tidak tercukupi antara berbuka dan sahur, risiko dehidrasi meningkat. Dehidrasi memengaruhi metabolisme normal tubuh, termasuk pemrosesan gula dan lemak, sehingga kadar gula darah dan kolesterol dapat ikut meningkat.

Kadar kolesterol dan gula darah yang naik saat puasa tidak hanya dipengaruhi oleh satu hal, tetapi oleh kombinasi pola makan, gaya hidup, kebiasaan tidur, dan tingkat aktivitas selama bulan puasa. Dengan memahami faktor-faktor tersebut, kamu bisa mengatur pola makan dan aktivitas sehari-hari supaya puasa tetap bermanfaat tanpa risiko kesehatan yang tidak diinginkan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru