HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan akan menambah 63 sekolah dalam program sekolah swasta gratis pada 2026. Dengan tambahan ini, total sekolah yang masuk program menjadi 103 sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan program tambahan ini mulai berlaku pada tahun ajaran baru Juli 2026.
“Sebanyak 63 (sekolah) yang kita akan tambah sekarang ini di 2026, jadi 103 jumlahnya. Kan 40 (sekolah) yang awal,” ungkap Nahdiana dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026).
Meski demikian, pihaknya belum merinci daftar sekolah yang akan bergabung dalam gelombang terbaru tersebut.
Program sekolah swasta gratis sebelumnya telah diuji coba sejak Juli 2025 di 40 sekolah terpilih. Seluruh siswa di sekolah yang masuk program dipastikan tidak dipungut biaya sama sekali.
Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja Gah, menegaskan tidak ada sistem kombinasi pembayaran.
“Iya (siswa lama juga) masuk program, semua dibiayai. Tapi untuk tahun ini ada 4.932 kursi sekolah swasta gratis yang disiapkan. Jadi, kami hanya menerima kuota 4.932 kursi itu,” kata Taga.
Ia juga menegaskan sekolah tidak boleh menerapkan sistem sebagian siswa bayar dan sebagian gratis. Semua peserta didik wajib dibiayai penuh melalui program ini.
Langkah ini menjadi strategi Pemprov DKI untuk memperluas akses pendidikan, sekaligus membantu meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah tingginya biaya pendidikan swasta di Ibu Kota.
Dengan total 103 sekolah gratis pada 2026, program ini diperkirakan akan menjangkau lebih banyak siswa dari jenjang SD hingga SMK, termasuk sekolah luar biasa (SLB).

