MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Demo BEM UI di Mabes, Kapolda : Gas Air Mata Hanya Boleh atas Perintah Saya

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri melarang personel pengamanan dan penertiban aksi unjuk rasa di Mabes Polri hari ini, Jumat (27/2/2026) menggunakan gas air mata.

Asep menegaskan, penggunaan gas air mata hanya boleh digunakan atas perintah darinya.

- Advertisement -

“Pergerakan pasukan, penanggulangan huru-hara, dan penggunaan gas air mata hanya boleh atas perintah saya. Tidak ada perintah yang lain. Karo Ops, dan jenderal lain, tidak ada perintah dan bisa memerintah selain perintah saya,” kata Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri saat memberikan arahan kepada personel di Lapangan Bhayangkara, Jumat (27/2/2026), sebagaimana informasi yang didapat Holopis.com.

Asep mengatakan bahwa dia akan memantau situasi dan arahan akan diberikan jika terjadi kericuhan. Tak hanya itu, ia juga melarang penggunaan senjata api selama proses pengamanan.

- Advertisement -

“Para Perwira Pengendali wajib mengedepankan tindakan persuasif. Sekali lagi saya tegaskan, tidak ada penggunaan senjata api dalam bentuk apa pun. Prioritaskan pelayanan terhadap aksi unjuk rasa. Kita kuat, tetapi kita tetap terkendali,” tegasnya.

Adapun, dalam pengamanan aksi unjuk rasa hari ini Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 3.093 personel. Pengamanan akan disebarkan di beberapa titik aksi unjuk rasa.

Selain itu, rekayasa lalu lintas juga dilakukan secara situasional di beberapa titik sekitar Mabes Polri seperti Trunojoyo, Pattimura, Raden Patah 1, Hasanudin Sultan, dan jalan lain menyesuaikan titik massa.

Sebagai informasi, mahasiswa akan melakukan demo di Gedung Mabes Polri sebagai respon atas kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Bripda Masias Siahaya terhadap AT (14), seorang pelajar di Tual, Maluku yang berujung tewas.

Seperti diberitakan sebelumnya, siswa MTsN Maluku Tenggara hingga tewas, Arianto Tawakal (14) tewas setelah jatuh dari motornya usai dipukul menggunakan helm oleh Bripda Masias di jalan Marren Kota Tual pada Kamis, 19 Februari 2026 lalu.

Saat itu, Bripda Masias sedang menjaga area sekitar yang sering dijadikan tempat balap liar. Arianto yang saat itu dibonceng kakaknya, Nasri Karim (15) tiba-tiba dipukul oleh Masias yang mengira mereka merupakan pelaku balap liar. Tragedi tersebut akhirnya merenggut nyawa Arianto, sementara sang kakak mengalami luka yang cukup parah akibat penganiayaan dari Masias.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru