HOLOPIS.COM, JAKARTA – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang menyeret salah satu alumni atau awardee LPDP berinisial DS. seorang perempuan pemilik akun Instagram @sasetyaningtyas
Plt. Direktur Utama LPDP, Sudarto menyayangkan tindakan tersebut dan menilai pernyataan yang bersangkutan kurang tepat hingga memicu perdebatan panas di tengah masyarakat.
“Sekali lagi, kami menyampaikan permohonan maaf atas nama LPDP dan juga seluruh alumni. Ini menjadi pengingat kita dan mohon kami terus diingatkan untuk terus lebih baik dan membawa dana abadi pendidikan itu berdampak untuk Indonesia semakin maju,” ujar Sudarto di Jakarta, dikutip Holopis.com, Rabu (25/2/2026).
Sudarto mengingatkan bahwa gelar mentereng, mulai dari Magister (S2), Doktor (S3), hingga Fellowship, yang disandang para alumni bukanlah sekadar kebanggaan pribadi. Ada tanggung jawab moral besar karena pendidikan mereka dibiayai langsung oleh keringat masyarakat melalui pajak.
Ia menegaskan agar seluruh penerima beasiswa tetap menjaga etika, moral, dan nilai kebangsaan dalam bersikap. Kepercayaan publik adalah harga mati bagi keberlangsungan lembaga.
“Teman-teman harus ingat, ini menggunakan uang pajak. LPDP terbentuk dan berjalan karena kepercayaan masyarakat. Mari kita jaga kepercayaan tersebut,” tegas Sudarto.
Lebih lanjut, Sudarto menjelaskan bahwa dana abadi pendidikan adalah instrumen negara untuk menjemput visi Indonesia Emas. Setiap rupiah yang dikeluarkan diharapkan kembali dalam bentuk kontribusi nyata bagi bangsa, bukan justru menciptakan polarisasi.
Meskipun kasus DS menyita perhatian, Sudarto menjamin bahwa mayoritas alumni LPDP masih berada di jalur yang benar. Mereka tersebar di berbagai pelosok, mengabdi sebagai guru di daerah terpencil, dosen, ASN, hingga pengusaha yang mengharumkan nama bangsa.
“Harapan masyarakat terhadap dana abadi pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan bangsa. Kami percaya para alumni terus berupaya menjawab harapan tersebut,” pungkasnya.

