HOLOPIS.COM, JAKARTA – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengumumkan total dana abadi pendidikan yang dikelola hingga Februari 2026 telah menembus angka Rp180,8 triliun. Dana jumbo tersebut dialokasikan untuk berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pelestarian budaya.
Plt. Direktur Utama LPDP, Sudarto, menegaskan bahwa dana tersebut dikelola dengan prinsip keberlanjutan. Sesuai namanya, dana pokok dalam dana abadi bersifat statis dan tidak boleh disentuh untuk pembiayaan program.
“Dana abadi itu artinya yang boleh digunakan hanya hasil kelolaannya, pokoknya tidak boleh digunakan,” ujar Sudarto di Jakarta, dikutip Holopis.com, Rabu (25/2/2026).
Rincian Alokasi Dana Abadi
Dari total kelolaan sebesar Rp180,8 triliun, mayoritas dana diprioritaskan untuk sektor pendidikan. Berikut adalah rincian sebarannya:
- Dana Abadi Pendidikan: Rp149,8 triliun (Fokus utama pada program beasiswa).
- Dana Abadi Penelitian: Rp14 triliun.
- Dana Abadi Perguruan Tinggi: Rp11 triliun (Dukungan peningkatan peringkat kampus nasional).
- Dana Abadi Kebudayaan: Rp6 triliun.
Tata Kelola dan Sinergi Antar-Lembaga
Sudarto menjelaskan bahwa efektivitas penggunaan hasil pengembangan dana ini bergantung pada kolaborasi erat dengan kementerian teknis. LPDP berperan sebagai pengelola dana, sementara implementasi program melibatkan berbagai pihak.
Untuk dana pendidikan, LPDP bersinergi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), BRIN, serta Kementerian Agama.
“Kemudian untuk dana abadi kebudayaan berada di bawah koordinasi Kementerian Kebudayaan, dan dana abadi perguruan tinggi dikelola bersama Kemdiktisaintek,” jelas Sudarto.
Ia juga menambahkan bahwa dalam periode 2020–2025, realisasi belanja hasil pengembangan terpantau stabil dan terkendali. Bahkan pada 2025, tercatat adanya surplus yang dapat digunakan untuk penguatan program di masa depan.
“Jadi kita ada surplus yang diakumulasi dan bisa digunakan untuk penambahan program beasiswa, penelitian, penguatan perguruan tinggi, maupun kebudayaan,” tambahnya.
Dampak Nyata Dana Abadi LPDP
Hingga saat ini, program beasiswa LPDP telah mencetak puluhan ribu talenta unggul. Sudarto merinci bahwa total awardee yang dikelola langsung oleh LPDP mencapai 58.513 orang sejak 2013.
Dari total tersebut, sebanyak 33.452 orang telah menjadi alumni, 19.197 orang sedang menempuh studi (ongoing), dan sisanya dalam tahap persiapan keberangkatan.
Tak hanya jalur reguler, melalui skema kolaborasi, jangkauan penerima manfaat menjadi jauh lebih luas:
- Kemdiktisaintek: 416.783 penerima (17.397 program degree).
- Dikdasmen: 7.969 penerima (1.729 program degree).
- Kementerian Agama: 24.451 penerima.

